Fuad Abdul Aziz: Karang Taruna Tidak Dilibatkan Jadi Panitia di Sirkuit Mijen

Fuad juga menjelaskan, bahwa, jauh hari sebelum acara tersebut digelar, pihak Karang Taruna Mijen ditawari oleh Camat Mijen

Fuad Abdul Aziz: Karang Taruna Tidak Dilibatkan Jadi Panitia di Sirkuit Mijen
tribunjateng/reza gustav
Kota Semarang terpilih menjadi lokasi seri pembuka perhelatan balap motor trail Trial Game Asphalt (TGA) 2018, Jumat-Sabtu (6-7/4/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Hesty Imaniar

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Menanggapi permintaan maaf dari Kuasa Hukum Camat Mijen, Hermansyah Bakrie, kepada pihak karang taruna Mijen, Ketua Karang Taruna Mijen, Fuad Abdul Aziz mengatakan sudah menerima maaf, baik dari Camat Mijen, M Yanuerso dan kuasa hukumnya.

Sebelumnya, pihak Camat Mijen diduga terlibat dalam kasus dugaan pungli parkir di acara Trial Game Aspahalt 2018 beberapa hari lalu, oleh Tim Saber Pungli Semarang.

Baca: Camat Mijen Semarang Bantah Lakukan Pungli : Aneh, Kok Dibilang Ada Bukti Rp 15,9 Juta

Baca: Camat Mijen Ditangkap Terkait Dugaan Pungli? Begini Penjelasan Tim Saber Pungli

Dari keterangan sebelumnya, uang parkir yang semestinya untuk roda dua Rp 1.000 dan roda 4 Rp 2.000, menjadi Rp 5.000 untuk roda dua, dan Rp 10.000 untuk roda 4, dengan total pendapatan Rp 15,9 juta.

"Kami senang akhirnya mereka mengklarifikasi adanya pemberitaan tersebut, karena memang karang taruna kami tidak dilibatkan dalam acara tersebut, apalagi sampai mengelola parkir acara Trial Game Aspahalt 2018 lalu," katanya, saat dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (19/4/2018).

Fuad juga menjelaskan, bahwa, jauh hari sebelum acara tersebut digelar, pihak Karang Taruna Mijen ditawari oleh Camat Mijen apakah bersedia untuk menjadi panitia.

"Namun menjelang hari H pihak kecamatan tidak memberi kabar ke kami, oleh karena itu, kami juga tidak turut terlibat dalam acara tersebut," jelasnya.

Ia juga menyebutkan, bahwa, pihak Karang Taruna Mijen, baik dari seluruh anggota tidak dilibatkan. Bahkan, ia mengklaim, petugas yang berjaga di parkir acara itu menggunakan seragam, yang serupa semuanya.

"Ada kemungkinan itu dari pihak panitia atau EO, karena anggota kami melihat dengan sendirinya semuanya berseragam sama, maka dari itu kami tidak tahu, kok kami yang dituduh, tapi kami sudah memaafkan," jelasnya. (*)

Penulis: hesty imaniar
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help