122 Peserta CMPDP Mengikuti Tes Tertulis di Semarang

Sedikitnya 122 peserta kandidat Capital Market Professional Development Program (CMPDP)‎ melaksanakan tes tertulis di Undip

122 Peserta CMPDP Mengikuti Tes Tertulis di Semarang
ist
Kandidat Capital Market Professional Development Program (CMPDP)? melaksanakan tes tertulis di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Sabtu (21/4/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Raka F Pujangga

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sedikitnya 122 peserta kandidat Capital Market Professional Development Program (CMPDP)‎ melaksanakan tes tertulis di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Sabtu (21/4/2018).

PH Kepala Kantor Bursa Efek Indonesia (BEI) Semarang, Fanny Rifqi El Fuad,‎ mengatakan, jumlah tersebut merupakan sebagian dari total pelamar CMPDP sebanyak 3.962 orang ‎yang dilaksanakan tahun ini secara nasional.

Setelah melalui proses seleksi administrasi, sebanyak 3.575 kandidat mengikuti seleksi tertulis CMPDP yang dilaksanakan serentak 21 April 2018, di 29 kota besar di Indonesia.

Yaitu di Jakarta, Serang, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Solo, Surabaya, Banda Aceh, Medan, Padang, Pangkalpinang, Batam, Riau, Bengkulu, Lampung, Palembang, Jambi, Pontianak, Palangkaraya, Banjarmasin, Denpasar, Balikpapan, Makassar, Ambon, Kendari, Manokwari, Jayapura, Mataram, dan Manado.

"Bagi peserta yang lulus tes tertulis akan mengikuti serangkaian tes lainnya seperti psikotest, FGD, dan interview, sampai dengan terpilihnya peserta terbaik yang akan mengikuti enam bulan program pengembangan dan 6 bulan on the job training," ujar dia, dalam rilisnya.

Nantinya setiap lulusan CMPDP akan ditempatkan bekerja di Self-Regulatory Organization (SRO)‎.

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memiliki target untuk menjadikan pasar modal Indonesia menjadi pasar modal yang terbaik di kawasan ASEAN pada tahun 2020.

Oleh karena itu, selain sosialisasi dan edukasi melalui serangkaian program kepada masyarakat, pasar modal Indonesia juga dituntut harus memiliki SDM profesional yang kompeten dan mampu menjawab tantangan di masa depan.

"Untuk itu, penyiapan SDM yang memadahi dan berkualitas sudah menjadi suatu program yang harus mendapatkan prioritas dari seluruh organisasi pelaku pasar modal Indonesia, khususnya SRO yang memiliki fungsi sebagai regulator," ujar dia.

Halaman
12
Penulis: raka f pujangga
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved