Lampu Taman Biopori Pakai Energi Hujan Bisa Menyala saat Gelap

Lampu Taman Biopori Pakai Energi Hujan Bisa Menyala saat Gelap. (20/4) Satria pun bertemu dengan Nunung Eni Elawati (25).

Lampu Taman Biopori Pakai Energi Hujan Bisa Menyala saat Gelap
TRIBUNJATENG/DENI SETIAWAN
INOVASI - Satria Pinandita (27) dan Nunung Eni Elawati (25) memperlihatkan prototipe Lampu Taman Biopori Smart Energy yang berhasil diciptakan sebagai energi terbarukan ramah lingkungan, Jumat (20/4). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Berawal dari penelitian potensi energi tanah merah yang digarap Satria Pinandita (27) bersama kedua rekannya semasa studi di Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang sekitar 2011 silam, Satria terus berinovasi untuk menghasilkan energi terbarukan.

Kala itu, dari hasil penelitian itu, mahasiswa Teknik Elektro Fakultas Teknik Udinus tersebut meraih Juara Favorit Electrical Innovation Award 2013 Tingkat Nasional di Kota Semarang. Mereka berhasil membuktikan apabila renewable energy itu dimanfaatkan secara luas.

Pascalulus dari Udinus pada 2014, dia pun kembali berpikir bagaimana hasil penelitiannya dapat diaplikasikan dalam suatu bentuk produk. Terlebih lagi, tanah merah terbukti memiliki cukup banyak energi listrik dibandingkan tanah lainnya.

“Dari situlah, saya coba membuat konsep produk ramah lingkungan. Berawal dari energi tanah merah (Etam) tersebut, saya mengajak rekan untuk bergabung membuat produk energi terbarukan dan tentunya bisa bermanfaat bagi masyarakat secara lebih meluas,” tuturnya.

Kepada Tribun Jateng, Jumat (20/4), Satria pun bertemu dengan Nunung Eni Elawati (25). Keduanya mencoba mengkolerasikan di dua bidang keilmuan yang berbeda. Satria berbasic teknik elektro sedangkan Nunung di ilmu biologi.

“Dari menggabungkan ilmu elektro dan biologi itu, kami menghasilkan produk berupa Lampu Taman Biopori Smart Light; Renewable Energy. Perpaduan kedua ilmu tersebut, kami meraih Juara III Lomba Krenova Tingkat Kota Semarang pada 2016 silam,” ucap Satria.

Tak berhenti di situ, tandasnya, dia bersama Nunung bersyukur pada 2017 lalu, hasil produk inovatif energi ramah lingkungan tersebut lolos dalam seleksi Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (PPBT) Kategori Umum Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) RI.

“Produk startup tersebut kini didanai oleh Pemerintah Pusat dan kami sedang mulai mempersiapkan untuk pendirian perusahaan serta produksi massal. Perusahaan kami namai PT Esa Eco Energi dan inkubator unit bisnisnya yakni Inkubator Kreasi dan Inovasi Telematika Semarang (Ikitas),” bebernya.

Dia bercerita, sebagai pembagian tugas secara struktural, Nunung bertindak sebagai CEO PT Esa Eco Energi. Sedangkan Satria sebagai inventor. Sesuai target PPBT, pihaknya sedang berusaha membuat produk tersebut berlegalitas melalui perusahaan baru (pemula) yang dirintis saat ini.

“Sesuai bentuk serta nama produk startup kami, selain sebagai karya inovatif energi terbarukan ramah lingkungan, yang coba disosialisasikan adalah dari sisi keindahan (estetika),” ucap Nunung, lulusan Magister Biologi Universitas Diponegoro (Undip) Semarang itu.

Halaman
123
Penulis: deni setiawan
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved