Ujian Nasional

UNBK Tingkat SMP Sederajat Digelar Senin, Guru Lembur hingga Larut Malam

Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMP dan sederajat mulai digelar Senin (23/4/2018).

UNBK Tingkat SMP Sederajat Digelar Senin, Guru Lembur hingga Larut Malam
Tribun Jateng/Budi Susanto/DOK
FOTO Dokumen saat akan masuk kelas mengerjakan ujian nasional 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMP dan sederajat mulai digelar Senin (23/4/2018).

Memastikan UNBK tidak ada kendala, sejumlah guru dan panitia lembur hingga larut malam. Misalnya di SMP Negeri 17 Semarang.

Humas SMP Negeri 17 Semarang, Tukijo Kusnodiharjo mengatakan, sejak Jumat (20/4) kemarin, pihaknya telah melakukan pengecekan komputer dan sinkronisasi server lokal. "Tidak masalah harus lembur. Yang terpenting adalah pelaksanaan UNBK tidak ada kendala sehingga semua siswa bisa menyelesaikan ujian dengan lancar," kata di Sabtu (21/4) kemarin.

Sejauh ini, Tukijo mengatakan, tidak ada kendala yang dihadapi pihaknya terkait UNBK. Ia berharap, hingga pelaksanaan UNBK berakhir, sebanyak 245 siswanya tidak menghadapi permasalahan.

Hal serupa juga dikatakan panitia UNBK SMP Negeri 23 Semarang, Ibnu Budi Santoso. Ia dan guru lain serta teknisi telah mempersiapkan semuanya. Mulai dari ruang, perangkat komputer hingga server.

"Alhamdulillah tidak ada kendala. Kami cek komputer beberapa kali. Semuanya aman termasuk dari serangan virus," ucap dia.

Di sekolah yang berada di Jalan RM Hadi Soebeno Wonolopo Kecamatan Mijen Kota Semarang itu, ada 130 siswa yang akan mengikuti UNBK. Nantinya, peserta akan dibagi di ruangan.

Sedangkan untuk mempercepat koordinasi dan komunikasi terkait UNBK, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang mendirikan Posko Tim Helpdesk. Sektretaris Disdik Kota Semarang, Gunawan Wicaksono mengatakan, seluruh sekolah di Kota Lunpia bakal menerapkan sistem UNBK. Artinya, tidak ada lagi SMP maupun Madarsah Tsanawiyah (MTS) yang menerapkan sistem ujian nasioanal berbasis pensil dan kertas.

Ditambahkan dia, selama UNBK, tim khusus yang dibentuk itu akan langsung bergerak begitu mendapat informasi adanya kendala. "Kami sudah bentuk tim dan posko khusus yang akan memantau pelaksanaan UNBK. Posko di Kantor Disdik Jalan Dr Wahidin Nomor 118 Jatingaleh," kata Gunawan, Sabtu (21/4).

Selain itu, sebagai langkah antisipasi, pihaknya sudah berkoordinasi dengan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). Pihaknya telah mengirim surat resmi agar selama pelaksanaan UNBK tidak ada pemadaman. Meski demikian, Disdik meminta sekolah menyediakan genset untuk mengantisipasi hal tak diinginkan.

"Berbagai antisipasi sudah kami laksanakan hingga ke hal yang terkecil. Sejauh ini tidak ada kendala,” terang Gunawan.

Sementara bagi sekolah yang terkendala keterbatasan jumlah komputer, hal itu bisa diatasi. Menurut Kepala Disdik Kota Semarang, Bunyamin, sekolah yang dinilai komputernya kurang bisa pinjam ke sekolah lain. "Itu sudah dikoordinasikan dan tidak ada masalah," katanya.

Sekolah penyelenggara UNBK secara mandiri, kata dia mengacu pada aturan berlaku, tidak harus memiliki perangkat komputer sebanyak siswa peserta ujian. Dalam aturannya, sekolah penyelenggara UNBK minimal harus memiliki sepertiga dari jumlah peserta.

Ia menyontohkan, jika ada 300 siswa peserta UNBK, minimal sekolah bersangkutan harus punya 100 unit komputer ditambah cadangan sebanyak 5 persen. "Jika tidak bisa memenuhi namun ingin menyelenggarakan UNBK mandiri, bisa meminjam komputer di sekolah lain. Sementara jika tidak mampu, alternatifnya bergabung dengan sekolah lain. Namun tahun ini, semua sekolah menyatakan siap,” tandasnya. (tribunjateng/cetak/dse)

Penulis: deni setiawan
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help