BIKIN HARU! Guru Ini dengan Telaten Bacakan Soal Siswa SMPLB YPAC Kota Semarang Ikuti UNBK

Tepat pukul 10.30, lonceng sekolah berbunyi sebagai tanda dimulainya pelaksanaan ujian nasional di SLB YPAC

BIKIN HARU! Guru Ini dengan Telaten Bacakan Soal Siswa SMPLB YPAC Kota Semarang Ikuti UNBK
hermawan handaka
UNBK YPAC 

TRIBUNJATENG.COM - Tepat pukul 10.30, lonceng sekolah berbunyi sebagai tanda dimulainya pelaksanaan ujian nasional di Sekolah Luar Biasa Yayasan Pembinaan Anak Cacat (SLB YPAC) Kota Semarang, Senin (23/4).

Pelaksanaan ujian nasional di sekolah itu sedikit berbeda dengan sekolah-sekolah pada umumnya. Apabila seluruh sekolah menengah pertama (SMP) sederajat telah menerapkan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), tidak demikian dengan SMPLB YPAC Kota Semarang.

Sebanyak delapan peserta ujian di sekolah yang berada di Jalan Ahmad Dahlan No. 4 Kota Semarang itu dibagi menjadi dua kategori, yaitu lima siswa menjalani Ujian Nasional Berbasis Pensil dan Kertas (UNPK), sedangkan tiga siswa lain menjalani Ujian Sekolah (US) Utama.

Berada di Ruang Ujian Sekolah SMPLB 01, tiga siswi duduk menghadap papan tulis. Mereka adalah Siti Sumyati, Adelaide Restianti, dan Dian Pratiwi Nugraha. Ketiganya merupakan siswi SMPLB D1 YPAC Semarang.

“Sebenarnya ada empat siswi di kelas itu, tetapi satu siswi lain terpaksa mengundurkan diri karena ada suatu hal. Orangtuanya sakit, sehingga besar kemungkinan bisa diikutkan pada ujian tahun depan,” ucap Kepala SLB YPAC Kota Semarang, Kartikawaty.

Menurut dia, tiga siswa terpaksa tidak bisa mengikuti UNPK karena disesuaikan dengan kemampuannya. Ketiganya merupakan peserta didik dengan kemampuan IQ berada di bawah rata-rata.

Kondisi dengan istilah lain tuna daksa sedang itu membuat mereka dalam mengerjakan soal pun harus didampingi, atau dibacakan.

Siswi bernomor peserta 01, Siti Sumyati, misalnya. Sembari duduk menggunakan kursi roda, dia memperoleh pendampingan khusus dari guru pengawasnya, Sriyatun. Satu per satu soal pun harus dibacakan Sriyatun secara perlahan.

Bahkan, hingga siswi asal Kecamatan Candisari Kota Semarang itu hendak mengisikan jawaban di lembar kertas yang telah tersedia di mejanya, Sriyatun harus secara telaten mengarahkan tangan kanan Siti ke lembar kertas itu, hingga jawaban yang dia inginkan berhasil tercentang.

Serupa dilakukan Sriyatun, satu guru pengawas lain, Sulistyowati pun tampak cukup telaten mendampingi dua rekan Siti, Adelaide Restianti dan Dian Pratiwi Nugraha. Ia pun duduk di antara bangku dua siswi tersebut.

Kondisi berbeda tampak di Ruang Ujian UNPK SMPLB D Nomor 01-010-001-8S/D 01-010-005-4, dengan terdapat lima peserta ujian. Dua pengawas ujian, yaitu Yudiyanti dan Muntinah secara intens tampak mendekati para siswa.

Halaman
12
Penulis: deni setiawan
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help