Pilgub Jateng

GP Ansor Semarang Deklarasi Pemilu Tolak Money Politics

Memperingati harlah GP Ansor ke 84, Gerakan Pemuda Ansor cabang Kabupaten Semarang menggelar Deklarasi Pemilu Tolak Money Politics

GP Ansor Semarang Deklarasi Pemilu Tolak Money Politics
tribunjateng/amanda
Memperingati harlah GP Ansor ke 84, Gerakan Pemuda Ansor cabang Kabupaten Semarang menggelar Deklarasi Pemilu Tolak Money Politics di Gedung Nahdlatul Ulama, Ungaran pada Rabu (25/4/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Amanda Rizqyana

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Memperingati harlah GP Ansor ke 84, Gerakan Pemuda Ansor cabang Kabupaten Semarang menggelar Deklarasi Pemilu Tolak Money Politics di Gedung Nahdlatul Ulama, Ungaran pada Rabu (25/4/2018).

Deklarasi ini juga untuk mendorong partisipasi pemilih pemilu dari pemuda Ansor.

"Kami sebagai gerakan pemuda ingin pemilu menghasilkan pemimpin yang benar-benar suara rakyat," ungkap Plt Ketua PC Ansor Kabupaten Semarang, Fahmi Dzulfiadi.

Deklarasi Tolak Money Politic ini diawali dari PC Ansor Kabupaten Semarang yang diharapkan setiap kader dan keluarganya benar-benar menolak money politic.

"Selain itu menolak berita bohong atau hoaks yang beredar di media sosial. Tidak menutup kemungkinan hoaks disebarkan saat mendekati pemilu, yang tujuannya untuk menyesatkan dan mengadu domba kerukunan masyarakat," ungkap Fahmi.

Penolakan berita hoaks ini ialah tidak menyebarkan berita hoaks itu ke orang lain. Serta lebih selektif dalam menerima berita. "Kita harus lebih cermat melihat tulisan di media sosial, kalau perlu di konfirmasi kebenarannya, jangan sampai kita justru membuat resah masyarakat," pungkasnya.

Arif Mufid, anggota KPU Kabupaten Semarang menyambut baik deklarasi antimoney politic dan antihoaks yang dilakukan oleh Pengurus Cabang Ansor Kabupaten Semarang. Kegiatan ini untuk menciptakan pemilu berkualitas. Terlebih money politic ini membuat demokrasi di Indonesia terkesan semakin mahal.

"Padahal untuk mensuarakan suara masyarakat hanya dibutuhkan pilihan sesuai kehendak hati masyarakat," ungkapnya.

Arif menyadari adanya money politic juga akan berdampak pada kualitas hasil pemilihan umum. Dijelaskan olehnya, rasa tanggung jawab pada aspirasi masyarakat akan berkurang karena mereka menganggap telah membeli suara rakyat. (*)

Penulis: amanda rizqyana
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help