IHSG Terpuruk, Analis Prediksi Pelemahan Indeks Masih Berlanjut

Bursa saham Eropa juga tidak luput dari pelemahan. Indeks FTSE terkoreksi 0,65 persen. Ada pun tiga bursa saham Amerika juga ikut terkoreksi

IHSG Terpuruk, Analis Prediksi Pelemahan Indeks Masih Berlanjut
KOMPAS/PRIYOMBODO
Ilustrasi aktivitas di bursa saham. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tersungkur pada penutupan perdagangan Rabu (25/4). IHSG terkoreksi 149,78 poin atau 2,4 persen ke level 6.079,85 bahkan sempat menyentuh posisi terendah di level 6.070,79 poin. Terpantau sebanyak 303 saham melemah, 92 saham menguat dan 89 saham bergerak stagnan.

Perdagangan hari ini mencatatkan transaksi Rp 8,52 triliun dari 8,89 miliar saham yang ditransaksikan. Frekuensi sebanyak 423,860 kali. Asing mencatatkan nett sell sebesar Rp 1,96 triliun.

Bukan hanya IHSG, Mayoritas bursa saham Asia kemarin juga berada di zona merah. Indeks Nikkei melemah 0,28 persen, Hang Seng melemah 1,01 persen, Shanghai Composite melemah 0,35 persen disusul Strait Times yang melemah 0,46 persen.

Bursa saham Eropa juga tidak luput dari pelemahan. Indeks FTSE terkoreksi 0,65 persen. Ada pun tiga bursa saham Amerika juga ikut terkoreksi. Dow Jones melemah 1,74 persen, S&P melemah 1,34 persen, disusul Nasdaq yang melemah 1,70 persen.

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio mengatakan, penurunan indeks disebabkan oleh berbagai persepsi dari asing yang mendengar adanya libur panjang di pasar saham Indonesia. Tito menyebut, asing kemungkinan mengalihkan dananya terlebih dahulu.

Pemerintah menambah libur Lebaran sebanyak tiga hari, yaitu 11, 12, dan 20 Juni 2018. Ditambah cuti bersama, perdagangan BEI pada Juni nanti praktis hanya 12 hari. Tito mengakui, manajemen BEI banyak mendapat protes dari investor karena lamanya libur di BEI tersebut.

"Dengan begini, uang orang mati 2,5 minggu. Tolong jangan hanya perhatikan macet jalanan, tetapi juga uang investor," kata Tito, Rabu (25/4).

Dia meminta, setidaknya kliring tetap buka sehingga bursa bisa tetap buka. Apalagi, dengan tambahan libur tiga hari tersebut, bisa dikatakan ini adalah rekor bursa tutup lama tanpa kejadian apapun.

Saat ini, dikurangi weekend, libur bursa sudah mencapai 22-23 hari. Jumlah itu lebih besar dari rata-rata libur bursa yang ada di wilayah Asia Tenggara yang rata-rata adalah sebesar 18 hari.

Sementara analis senior Binaartha Parama Sekuritas, Reza Priyambada mengatakan, pelemahan IHSG kemarin disebabkan kepanikan investor akibat pelemahan rupiah. Sejak pekan lalu, nilai tukar rupiah cenderung mengalami pelemahan terhadap dollar AS akibat faktor eksternal.

Halaman
12
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved