Pangdam IV Diponegoro Pastikan Tak akan Ada Pungutan Seleksi Taruna Akmil

Pangdam IV Diponegoro Mayjen TNI Wuryanto Pastikan Tak akan Ada Pungutan Seleksi Taruna Akmil

Pangdam IV Diponegoro Pastikan Tak akan Ada Pungutan Seleksi Taruna Akmil
tribunjateng/akhtur gumilang/ist
Pangdam IV Diponegoro Mayjen TNI Wuryanto memastikan bahwa tidak akan ada pungutan biaya untuk seleksi calon Taruna Akademi Militer yang kini tengah berlangsung prosesnya. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akhtur Gumilang

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pangdam IV Diponegoro Mayjen TNI Wuryanto menyampaikan, telah menyiapkan kuota 250 calon Taruna Akademi Militer (Akmil) dari putra-putra terbaik se-Indonesia pada tahun 2018 ini.

Dalam hal ini, Mayjen TNI Wuryanto pun memastikan bahwa tidak akan ada pungutan biaya untuk seleksi calon Taruna Akademi Militer yang kini tengah berlangsung prosesnya.

Kemudian untuk di jajaran Kodam IV/Diponegoro sendiri, pihaknya mengalokasikan 18 orang terbaik dari 522 orang yang sudah mendaftar sejauh ini melalui website resmi TNI AD.

"Saya tidak akan mengambil calon Taruna Akmil yang tidak memenuhi syarat. Seleksi akan dilaksanakan secara ketat sehingga akan terpilih calon-calon Taruna Akmil yang terhebat dan terbaik karena mereka disiapkan untuk menjadi calon pemimpin TNI AD," jelas Mayjen TNI Wuryanto kepada Tribunjateng.com, Jumat (27/4/2018).

Ia mengaku tidak ada yang main-main dalam proses seleksi ini.

Jika ada yang menggunakan uang dan semacamnya untuk bisa lolos seleksi, ia meminta untuk segera melapor ke jajarannya di Kodam IV Diponegoro.

"Bahkan, apabila ada yang mengaku bisa membantu untuk memasukkan Taruna, laporkan ke saya. Hari ini juga akan diproses dan dicopot, bahkan dipermalukan dalam upacara sebagai oknum yang merusak citra TNI AD," papar Jendral berbintang dua ini.

Menurutnya, hal itu pun berlaku sebaliknya, begitu ada informasi sekecil apapun tentang orang tua calon Taruna Akmil yang menyogok atau kolusi.

Apabila ada, maka pihaknya secara tegas mencoret putranya dalam proses seleksi masuk Akmil.

Sebab, kata Wuryanto, keinginan TNI AD untuk menjadi profesional tidak akan mungkin terwujud jika mengambil anak-anak yang tidak memenuhi syarat, sekalipun itu anak pejabat.

Lebih lanjut, ia berpesan kepada para orangtua calon Taruna Akmil untuk yakin dan jangan takut selama proses seleksi berlangsung.

"Di sini semua memiliki kedudukan yang sama. Maka dari itu, apabila berniat mendaftar, sebaiknya sudah dikonsultasikan kesehatannya. Berlatih dulu, mulai dari lari, pull up, sit up, push up, sutel run, renang, psikologi dan latihan-latihan lain yang akan diujikan, supaya bisa lolos," pesan Wuryanto. (*)

Penulis: Akhtur Gumilang
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help