Tim Satgas Saber Pungli Amankan Jukir Nakal di Kota Lama

Kejadiannya akhir pekan lalu. Dari pengakuannya, dia diperintah seseorang berinisial CHY. Pekan depan, kami panggil yang bersangkutan

Tim Satgas Saber Pungli Amankan Jukir Nakal di Kota Lama
TRIBUN JATENG/HERMAWAN HANDAKA
Pengunjung terlihat asyik berfoto menggunakan aksesoris berupa sepeda hias di Taman Srigunting Kota Lama, Semarang, Kamis (8/2). Pengunjung cukup membayar seiklasnya untuk bisa menyewa barang-barang tersebut sebagai aksesoris foto. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Tim Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli) Kota Semarang menciduk Khotib (43), juru parkir (jukir) di Kawasan Kota Lama, Sabtu (21/4). Warga Semarang Utara ini kedapatan menarik retribusi parkir melebihi aturan.

Hal ini diungkapkan Ketua Tim Satgas Saber Pungli AKBP Enrico Sugiharto Silalahi, Kamis (26/4). Menurut Enrico, warga Semarang Utara ini langsung dibawa ke kantor Satgas Saber Pungli untuk dimintai keterangan.

"Kejadiannya akhir pekan lalu. Dari pengakuannya, dia diperintah seseorang berinisial CHY. Pekan depan, kami panggil yang bersangkutan untuk dimintai keterangan," kata Enrico saat ditemui di kantornya.

Menurut Enrico, awalnya, Tim Satgas Saber Pungli menerima laporan dari warga, adanya penarikan uang parkir melebihi ketentuan. Penarikan tarif parkir tak wajar ini terjadi di acara festival kuliner.

Sesuai Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3, tarif parkir reguler untuk sepeda motor Rp 1000 dan mobil Rp 2000. Setelah menerima laporan tersebut, Wakapolrestabes Semarang ini langsung mengecek ke lokasi. Dia pun menyamar sebagai pengunjung.

"Kami terima laporan ditarik parkir Rp 5000 untuk sepeda motor dan Rp 10.000 untuk mobil. Kemudian kami cek ke lapangan. Saat pulang, ditarik Rp 5 ribu untuk mobil. Tidak seperti yang dilaporkan, memang, tapi tetap melanggar karena tak sesuai perda," ujarnya.

Bersama Khotib, Tim Satgas Saber Pungli mengamankan uang Rp 222 ribu sebagai barang bukti. Khotib pun langsung dikenai sanksi tindak pidana ringan (tipiring) lantaran barang bukti yang disita di bawah Rp 2,5 juta.

"Kami imbau warga menolak jika ada petugas parkir yang meminta tarif melebihi aturan Perda," pinta Enrico.

Sementara, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang, M Khadik, menyesalkan adanya jukir yang masih menarik retribusi tak sesuai Perda. Khadik pun mengimbau warga segera melapor ke petugas Dishub Kota Semarang jika ditarik retribusi parkir melebihi ketentuan.

"Jika ada juru parkir yang meminta tarif melanggar aturan, laporkan ke kami. Pasti kami tindaklanjuti," janji Khadik saat dihubungi terpisah.

Khadik menuturkan, jajaran Dishub Kota Semarang secara rutin melakukan pengawasan dan pembinaan kepada jukir umum di Kota Semarang. Namun, alasan keterbatasan personel dan cakupan tugas yang luas, Khadik meminta warga turut serta mengawasi.

"Fungsi pengawasan selalu kami jalankan. Tapi kan juga tidak mungkin dengan jumlah personel yang terbatas bisa mengawasi seluruh area di Kota Semarang. Belum lagi menjalankan tugas yang lain," ucapnya.

Khadik pun mempersilakan Tim Saber Pungli memproses hukum jukir nakal. Menurutnya, hal tersebut merupakan tanggung jawab pribadi jukir.
"Ada perbuatan pidananya. Juru parkir harus mempertanggungjawabkan perbuatannya," ujar Khadik. (val/nal)

Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help