Sambut Capaian Akreditasi A, UKSW Akan Buka Pusat Pengembangan Berpikir Kritis

Neil menandaskan, Pusat Pengembangan Pemikiran Kritis akan diketuai oleh Danny Zacharias yang merupakan pengajar di Fakultas Hukum

Sambut Capaian Akreditasi A, UKSW Akan Buka Pusat Pengembangan Berpikir Kritis
UKSW
Rektor UKSW Neil Semuel Rupidara (baju putih) melepas sembilan mahasiswa yang akan mengunjungi Chang Jung Christian University (CJCU), Taiwan, Jumat (6/4/2018). 

Laporan wartawan Tribun Jateng, Ponco Wiyono

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Rektor Universitas Kristen Satya Wacana Neil Semuel Rupidara menegaskan pihaknya serius dalam menyikapi capaian kampusnya sejauh ini. UKSW yang kini mendapatkan status dengan akreditasi A dikatakan Neil akan melanjutkan torehan ini dengan mencanangkan diri sebagai kampus yang merangkap Pusat Pengembangan Pemikiran Kritis.

Berbicara dengan wartawan pada pertengahan pekan lalu, lelaki kelahiran Nusa Tenggara Timur itu memaparkan upaya untuk menjadikan masyarakat lebih berpikir kritis ini sudah dimulai UKSW sejak tahun 2014 silam.

Kampus yang disebutnya sebagai media untuk mewujudkan peradaban dengan pemikiran kritis ini kala itu menawarkan mata kuliah baru pada program studi Manajemen, yakni Berpikir Kritis.

"Setelah tiga tahun lebih pengalaman kami dalam mengajarkan mata kuliah itu kami semakin mantap dengan kerangka pengembangan tradisi berpikir kritis dan kini saatnya kami memasuki fase pelembagaan. Center for Critical Thinking. Di sini para dosen akan dilatih untuk memanfaatkan kerangka berpikir kritis dalam setiap interaksi ilmiahnya dengan mahasiswa, sesama dosen atau peneliti, termasuk membaca pemikiran orang lain secara kritis, memahaminya dan mengekspresikannya melalui lisan maupun tulisan," beber Neil.

Akreditasi A yang diperoleh UKSW dari Badan Akreditasi Nasional - Perguruan Tinggi (BAN-PT) sendiri dikatakan sang rektor merupakan pengakuan formal dari BAN PT, sebagai otoritas penjaminan mutu penyelenggaraan lembaga pendidikan tinggi khususnya dalam hal akreditasi institusi perguruan tinggi.

“UKSW diakui sebagai penyelenggara pendidikan yang bermutu baik atau A. Bagi kami, ini merupakan sebuah pengakuan yang membuat kami bersyukur tapi juga harus bersikap mawas diri menyambut hasil yang baik ini. Hasil AIPT semoga menjadi manifestasi dari kesungguhan UKSW yang telah berusia 61 tahun lebih dalam menyelenggarakan layanan pendidikan tinggi,” katanya lagi.

Neil menandaskan, Pusat Pengembangan Pemikiran Kritis akan diketuai oleh Danny Zacharias yang merupakan pengajar di Fakultas Hukum. Danny yang turut menemani Neil dalam pertemuan itu menambahkan, tenaga ajar yang berpikir kritis akan memberikan dampak sistematis kepada masyarakat.

"Berpikir kritis bisa mencegah terjadinya bad thinking yang selama ini didapati di mana-mana, jadi hasilnya nanti adalah kita bisa menempatkan orang lain dalam posisi yang proporsional, dan kami percaya tradisi ini akan memberikan pengaruh yang baik dalam masyarakat kita," tuturnya.

Penerapan program ini akan dimulai pada tahun depan, dan Neil mengatakan pemilihan waktu tersebut tepat karena bersamaan dengan datangnya tahun politik. (*)

Penulis: ponco wiyono
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved