Bekraf Ajak 1,4 Juta Pelaku Ekonomi Kreatif Jateng Tergabung BISMA

Ratusan pelaku usaha ekonomi kreatif mengikuti BISMA Goes to Get Member (Bigger) di MG Setos Hotel Semarang

Bekraf Ajak 1,4 Juta Pelaku Ekonomi Kreatif Jateng Tergabung BISMA
tribunjateng/raka f pujangga
‎Sekretaris Utama Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Mesdin Kornelis Simarmata, Deputi Riset Edukasi dan Pengembangan Bekraf, Abdur Rohim Boy Berawi‎, serta Deputi Fasilitas HKI dan Regulasi, Ari Juliano‎, di sela-sela BISMA Goes to Get Member (Bigger) di MG Setos Hotel Semarang, Sabtu (28/4/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Raka F Pujangga

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Ratusan pelaku usaha ekonomi kreatif mengikuti BISMA Goes to Get Member (Bigger) di MG Setos Hotel Semarang, Sabtu (28/4/2018).

BISMA merupakan singkatan dari Bekraf Information System In Mobile Application yang menjadi wadah berkumpulnya pelaku usaha ekonomi kreatif.

Kegiatan yang terselenggara hingga sore hari itu, dibuka Sekretaris Utama Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Mesdin Kornelis Simarmata.

Mesdin mengharapkan, pihaknya dapat ikut mengatasi persoalan yang dihadapi pelaku usaha yang terdata ke dalam‎ BISMA

"Kami tidak bisa memberikan permodalan, tapi kami bisa menyediakan akses permodalan, karena masih banyak pelaku usaha yang tidak tersentuh perbankan," jelas dia.

Dia menjelaskan, pelaku usaha bisa mengisi formulirnya melalui bisma.bekraf.go.id‎ yang hingga Sabtu kemarin tercatat sudah terdapat sekitar 9.000-an.

"Jumlahnya setiap detiknya terus bertambah, karena kami terus menjaring pelaku usaha ekonomi kreatif," ujar dia.

Sementara itu, Deputi Riset Edukasi dan Pengembangan Bekraf, Abdur Rohim Boy Berawi‎ menjelaskan, produk domestik Bruto (PDB) ekonomi kreatif tercatat sebesar Rp 922,59 triliun pada 2016.

"Kami mengharapkan dengan memperbaiki ekosistem yang lebih baik melalui pendataan pelaku ekonomi kreatif bisa tembus sampai Rp 1.000 triliun pada tahun ini," ujar dia.

Keberadaan BISMA diharapkan akan dapat ikut mendorong laju pengembangan karena pelakunya sudah tercatat.

"Mereka akan diprioritaskn segala program, persyaratannya harus terdaftar di Bisma dulu," jelas dia.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2017 tercatat Jawa Tengah memiliki potensi sebesar 1,4 juta unit usaha ekonomi kreatif.

Jumlah itu sekitar 17,19 persen dari data keseluruhan pelaku ekonomi kreatif secara nasional sebesar 8,2 juta.‎

"Semarang sendiri punya sekita 61.668 unit usaha kreatif yang didominasi kuliner sebesar 75 persen, fashion 12,11 persen, 7,25 persen kriya‎, dan sisanya terbagi di 16 subsektor lainnya," ujar dia. (*)

Penulis: raka f pujangga
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved