Pilkada 2018

Ratusan Siswi MA NU Muallimat Kudus Ikuti Sosialisasi Pilkada 2018

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kudus gelar sosialisasi Pilgub maupun Pilbup di MA NU Mu’allimat Kudus, Senin (30/4/2018).

Ratusan Siswi MA NU Muallimat Kudus Ikuti Sosialisasi Pilkada 2018
TRIBUNJATENG/RIFQI GOZALI
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kudus gelar sosialisasi Pilgub maupun Pilbup di MA NU Muallimat Kudus, Senin (30/4/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Rifqi Gozali

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kudus gelar sosialisasi Pilgub maupun Pilbup di Madrasah Aliyah NU Mu’allimat Kudus, Senin (30/4/2018).

Sebanyak 273 siswi yang duduk di kelas XII dilibatkan sebagai peserta. Umumnya mereka merupakan pemilih pemula yang sudah berusia 17 tahun saat pilkada serentak digelar pada 27 Juni 2018.

Komisioner KPU Kudus, Eni Misdayani saat mengisi sosialisasi mengajak siswi yang sudah memiliki hak pilih agar menggunakannya saat Pilkada nanti. Tidak terkecuali siswi yang berasal dari luar Kudus, juga diingatkan untuk menggunakan hak pilihnya meski tidak sedang berada di tempat domisili.

“Bagi yang dari luar Kudus silakan nyoblos di sini. Ketentuannya menggunakan hak pilih menggunakan form A5,” tutur Eni.

Eni juga mengajak para pelajar untuk tidak ikut serta menyebarkan hoaks yang berkaitan dengan Pilkada. Tidak hanya itu, pelajar diwanti-wanti untuk tidak menerima uang saweran yang imbasnya disuruh memilih salah satu calon.

“Memilih pemimpin itu ibadah, jangan sampai dikotori. Misalnya dengan politik uang,” kata Eni.

Selepas mendapatkan materi tentang Pilkada, sejumlah siswi menjalani simulasi pemilihan. Mereka mendapat contoh surat suara, kemudian masuk ke dalam bilik suara untuk melakukan pencoblosan. Bagi yang sudah melakukan pencoblosan, juga harus mencelupkan salah satu jarinya sebagai pertanda bahwa dia telah memilih.

Setelah itu, hasil coblosan kertas pada contoh surat suara yang dilakukan siswi dikoreksi oleh Eni. Dalam koreksi tersebut, tidak ada pencoblosan yang dinyatakan tidak sah lantaran mencoblos di luar kolom atau mencoblos lebih dari satu pada gambar calon yang berbeda.

“Tadi setelah dikoreksi tidak ada yang salah. Dari sampel yang dilakuykan simulasi pencoblosan tadi tidak ada yang sia-sia, semuanya memahami cara mencoblos,” kata Eni.

Ani Shofiyati (17), seorang siswi mengatakan, Pilkada serentak nantinya merupakan kali pertama dia memilih pemimpin. Adanya sosialisasi yang dilakukan oleh KPU membuat dirinya semakin jeli dalam memilih siapa yang akan dicoblos saat di dalam bilik suara.

“Kebetulan saya sudah punya hak pilih. Karena sebelumnya sudah didata. Untuk siapa yang akan saya pilih baik Bupati maupun Gubernur masih belum tahu siapa. Yang pasti harus diteliti dulu rekam jejaknya, serta program apa yang ditawarkan melalui visi dan misi,” kata Ani.

Zuyyina Rahma, guru mata pelajaran PKN Madrasah Aliyah Mu’allimat sebeluimnya juga pernah memberi tugas kepada siswinya untuk mencari biografi semua calon baik Bupati Kudus dan Gubernur Jawa Tengah.

“Siswi di sini yang kelas XII sebelumnya saya beri tugas untuk mencari biografi calon bupati maupun gubernur. Ini bagian dari mengenalkan mereka kepada calon dan memberi pendidikan politik, agar mereka mampu menentukan keputusan sendiri,” kata Zuyyina. (*)

Penulis: Rifqi Gozali
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help