251,64 Hektare Lahan di Batang Terdampak Aktivitas Galian C

Kenyataannya di beberapa lokasi penambangan liar hingga kini masih beroperasi walaupun secara sembunyi-sembunyi.

251,64 Hektare Lahan di Batang Terdampak Aktivitas Galian C
TRIBUN JATENG/DINA INDRIANI
Sungai di kawasan Kecamatan Wonotunggal berwarna cokelat dan beberapa sisa kerukan di pinggir sungai karena aktivitas penambangan, Selasa (1/5/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Budi Susanto

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Keputusan terkait pengesahan Raperda Kabupaten Batang tahun 2016 terkait galian c atau penambangan hingga kini masih abu-abu.

Walaupun beberapa waktu lalu DPRD Kabupaten Batang bersama Polres Batang, Kodim 0736 dan jajaran Pemkab Batang melakukan sidak di galian ilegal yang terletak di daerah Kecamatan Wonotunggal dan melarang aktivitas penambangan.

Kenyataannya di beberapa lokasi penambangan liar hingga kini masih beroperasi walaupun secara sembunyi-sembunyi.

Dikethui terdapat tiga lokasi galian c yang telah disahkan menurut Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2011 tentang reancana tata ruang wilayah dan Nomor 11 Tahun 2001 tentang retribusi, usaha dan pertambangan galian c tiga lokasi tersebut berada di Kecamatan Bawang, Bandar dan Gringsing.

Data yang dihimpun Tribunjateng.com, Pemkab Batang tengah merundingkan Raperda terkait potensi kawasan peruntukan pertambangan sumber daya mineral batuan, dan memperluas yang awalnya hanya 3 kecamatan menjadi 9 kecamatan dari 15 kecamatan yang ada di Kabupaten Batang.

Hingga kini perundingan tersebut membuahkan hasil dengan mewajibkan baik galian legal maupun ilegal diwajibkan membayar pungutan pajak sebesar Rp 5 miliar pertahun.

Namun dampak lingkungan dari penambangan baik legal maupun ilegal dengan total luasan mencapai 251,64 hektar yang terdiri dari Kecamatan Bandar 8,07 hektar, Banyuputih 59,09 hektar, Gringsing 61,44 hektar, Limpung 6,76 hektar, Raban 9,03 hektar, Subah 7,35 hektar, Tersono 4,20 hektar, Tulis 13,50, dan terakhir Kecamatan Wonotunggal dengan luasan 44,21 hektar menjadikan alam sekitar rusak.

Jika dikalkulasi dari 15 kecamatan yang ada di Batang hampir 70 persen kecamatan terdampak penambangan.

Hal tersebut membuat masyarakat yang tinggal di sekitar wilayah pertambangan mengeluh.

Halaman
12
Penulis: dina indriani
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help