OPINI

Refleksi Basuh Kaki Ibu

Refleksi Basuh Kaki Ibu. Opini ditulis oleh Soleh Amin, S.Pd.,M.Pd, Kepala Sekolah SMA Negeri 15 Semarang

Refleksi Basuh Kaki Ibu
tribunjateng/cetak
Refleksi Basuh Kaki Ibu. Opini ditulis oleh Soleh Amin, S.Pd.,M.Pd, Kepala Sekolah SMA Negeri 15 Semarang 

Opini ditulis oleh Soleh Amin, S.Pd.,M.Pd, Kepala Sekolah SMA Negeri 15 Semarang

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Menjelang Ujian Nasional Berbasis Kompter (UNBK) kemarin, ada suasana menarik dan boleh dikata di tingkat SMA Kota Semarang, baru di sekolah yang penulis pimpin. Ratusan siswa menangis saat membasuh, mencuci kaki ibu di teras depan kelas masing-masing. Beberapa media memberitakan antara lain dengan judul “Haru, Siswa Siswi SMA 15 Semarang Mencuci Kaki Orang Tuanya Jelang UNBK,” (Tribun Jateng, 5 April 2018)

Mereka duduk bersimpuh mencuci kaki ibu menggunakan air kembang dalam baskom. Setelah itu si anak mengelap menggunakan handuk dan menaruh kaki orangtuanya di atas dingklik.Para ibu anak-anak juga tak kuasa menahan air mata. Sebagian menangis sesenggukan sambil memegangi kepala si anak.

Pada saat itulah, kesempatan meminta maaf pada orang tua terjadi. Air bunga bermakna harum suci adalah persembahan anak yang terbaik untuk orang tua. Sesungghnya kegiatan mulia membasuh kaki ibu dengan air bertabur bunga, menunjukkan begitu mulianya derajat orangtua kita. Ridha Allah tergantung ridha kedua orangtua.

Pengorbanan orang tua yang besar selama ini, semua ingat dalam momen beberapa menit. Sekaligus meminta doa restu orang tua, dan semoga anak-anak lancar dalam melaksanakan UNBK dan meraih hasil terbaik. Bisa diterima di perguruan tinggi yang diinginkan.

Kalau ditarik dalam narasi budaya Jawa dalam prosesi pengantin. Istri basuh kaki suami. Itulah simbol ketaatan dan pelayanan kepada suami. Begitu dengan anak, simbol ketaatan anak kepada sang ibu (orang tua). Maka sesungguhnya ritual basuh kaki ibu tidak lain untuk meminta restu dan doa kepada orangtua. Supaya diberi kemudahan dan keberhasilan dalam melaksanakan UNBK.

Refleksi

Ritual basuh kaki ibu menjelaskan dan menegaskan kepada kita semua, bahwa tidak ada anak yang sukses tanpa peran orang tua. Sebaliknya, kebahagiaan orang tua tak akan lengkap tanpa kesuksesan anak. Di belakang anak yang hebat, terdapat pula orang tua yang hebat. Maka, tak ada pilihan kecuali berbakti kepada kedua orang tua dengan cara merawatnya dan mengapresiasi jerih payah perjuangan mereka.

Ibu adalah orang yang paling pertama menanti hadirnya kita walau masih dalam angan-angannya. Lalu saat ia menemukan pasangan hidupnya, seorang Ibu akan menanti kehamilan, buah dari impiannya menanti kita.

Apapun jalan akan ia tempuh, agar kita yang masih dalam kandungannya dapat tumbuh, apapun akan ia jalani agar kita yang masih dalam perutnya tetap nyaman, seberat apapun akan ia pikul, lama waktu menanti ia atasi dengan kesabaran dan keteguhan hati bahkan rasa mual, mulas dan sakit yang kita timbulkan tidak membuatnya berkeluh kesah apalagi marah, rasa lapar yang ia derita ia tanggung, karena ia tahu benar bahwa kita sedang menyesuaikan diri di dalam perutnya yang semakin lama semakin membesar.

Halaman
12
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help