Manfaatkan Teknologi, Bekraf Kenalkan Bisma di Batang

Aplikasi informasi kreatif yang dikembangkan oleh Badan Ekonomi kreatif (Bekraf) ini bertujuan untuk memajukan Usaha Kreatif di Indonesia

Manfaatkan Teknologi, Bekraf Kenalkan Bisma di Batang
Tribunjateng.com/Dina Indriani
Sosialisasi Aplikasi Bisma dalam rangka Big Data Ekonomi Kreatif di Hotel Sendang Sari, Rabu (1/5/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dina Indriani.

TRIBUNJATENG.COM,BATANG - Kemajuan teknologi saat ini begitu cepat, semua serba digital dengan didukung berbagai aplikasi yang bisa dimanfaatkan untuk memudahkan dalam beraktifitas.

Satu diantaranya Bisma aplikasi berbasis digital ini merupakan aplikasi pendukung yang memudahkan para pelaku ekonomi yang ingin mengenal dan melihat perkembangan bisnis.

Aplikasi informasi kreatif yang dikembangkan oleh Badan Ekonomi kreatif (Bekraf) ini bertujuan untuk memajukan Usaha Kreatif di Indonesia.

Hal itu disampaikan oleh Direktur Riset Pengembangan Ekonomi Kreatif, Badan Bekraf, Wawan Rusiawan saat memberikan sosialisasi Bisma kepada para pelaku ekonomi kreatif di Hotel Sendang Sari, Rabu (2/5/2018).

“Bisma merupakan suatu aplikasi dari Bekraf untuk bisa meregistrasi para pelaku ekonomi kreatif atau didaftarkan, agar kita bisa melihat perkembangan usaha dan kita juga memiliki fasilitas dukungan akses permodalan, pemasaran, dan fasilitasi infrastrukutur dan HKI ( Hak Kekayaan Intelektual),” jelasnya.

"Aplikasi Bisma terdapat beberapa akses, diantaranya akses permodalan, pemasaran dan infrastruktur sehingga lebih mudah untuk para pelaku ekonomi dalam membentuk usahanya," tambahnya.

Ia juga menjelaskan bahwa perkembangan ekonomi kreatif Indonesia mulai tumbuh, dari sisi PDB (Produk Domestik Bruto) yang mencapai 922 Triliun di tahun 2016 dengan serapan tenaga kerja ekonomi kreatif 16,9 juta.

Dijelaskannya juga bahwa ekonomi kreatif di sisi eksport sudah tumbuh cukup cepat mencapai 20 Miliar Dolar. Ekonomi kreatif Indonesia kontributor utamanya masih didominasi tiga subsektur Kuliner, Fashion, dan Kriya oleh karena itu kedepan akan mengembangkan sub sektor yang memiliki pertumbuhan yang besar seperti filem, animasi, aplikasi game, musik.

"Inilah hal positif yang harus kita kembangkan terus, sehingga kita harus memiliki arah dan mimpi yang sama untuk menciptakan usaha berkelas dunia," tuturnya.

Aplikasi Bisma juga didukung oleh Anggota Komisi X DPR , Marlinda Irwanti yang mengatakan bahwa kemajuan teknologi juga harus dimanfaatkan untuk kepentingan ekonomi.

"Manfaatkan perubahan globalisasi dan teknologi informasi menjadi kekuatan untuk mensejahterakan bangsa indonesia, era digital juga harus dimanfaatkan untuk kepentingan ekonomi," tuturnya.

Ia berharap para pelaku ekonomi dari empat kabupaten yang diundang diantaranya Kabupaten Batang, Kabupaten Pekalongan, Kota Pekalongan, dan Kabupaten Pemalang tidak berhenti saat pelatihan saja tapi bisa berlanjut.

"Pelatihan Bisma sangat bisa dimanfaatkan untuk para pelaku ekonomi, untuk itu jangan sampai berhenti saat pelatihan saja tapi bisa berlanjut seterusnya," tandasnya. (*)

Penulis: dina indriani
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help