Mengenal Tradisi Kungkum warga Banjarpanepen Banyumas di Bulan Syaban

Jarum jam terus berputar. Mereka menunggu jarum itu berhenti tepat di angka 12, atau pukul 00.00 WIB.

Mengenal Tradisi Kungkum warga Banjarpanepen Banyumas di Bulan Syaban
Istimewa
Warga Banjarpanepen Sumpiuh Banyumas kungkum di bulan Syaban(ist) 

Laporan Wartawan Tribun Jateng Khoirul Muzakki

TRIBUNJATENG.COM - Hampir tengah malam, di bawah naungan bulan purnama yang terang,
warga desa Banjarpanepen Sumpiuh Banyumas memadati tepi Kali Cawang.

Jarum jam terus berputar. Mereka menunggu jarum itu berhenti tepat di angka 12, atau pukul 00.00 WIB.

Saat itu, mereka baru sah memulai ritual kungkum. Ada yang menelanjangi sebagian tubuhnya, lalu semua mencebur ke air sungai yang tenang.

Seorang sesepuh adat memimpin ritual itu dengan penuh kekhusyukan.

Api terus berkobar dari obor yang sengaja dinyalakan untuk meremangi malam. Hiasan janur kuning menambah kuat aroma tradisi Jawa dalam acara tersebut.

Bunga tujuh rupa disawurkan di Kali Cawang, saat warga melakukan kungkum bersama.

Seluruh lampu penerang dimatikan, saat prosesi kungkum dimulai. Kata-kata dibungkam untuk menciptakan keheningan. Peserta melakukan tapa bisu saat berendam bersama.

Ganasnya angin malam dan dinginnya air sungai tak menyurutkan niat mereka untuk berendam.

Sesepuh adat Jagabudaya, Lamus (59) mengatakan, tradisi berendam di sungai tersebut sudah dilakukan secara turun temurun. Namun upacara adat itu sempat berhenti sekitar tahun 1980an.

Halaman
12
Penulis: khoirul muzaki
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help