Aniaya Sopir Truk, Segerombolan Anak Punk Diamankan Polsek Randublatung

Korban mengalami luka robek kepala, serta memar-memar di bagian wajah dan badanya yang langsung dibawa ke Puskesmas.

Aniaya Sopir Truk, Segerombolan Anak Punk Diamankan Polsek Randublatung
Humas Polres Blora

TRIBUNJATENG.COM, BLORA - Sebanyak sebelas orang anak punk kembali ulah di Jalan Raya Randublatung – Doplang Km 01, Turut,  Randublatung. Blora.

Mereka diduga menganiaya Sutejo (47) warga Desa Sumberejo, Kecamatan Randublatung yang berprofesi sopir truk, pada Minggu (06/05) malam kemarin.

Anak jalanan komunitas punk itu diamankan anggota Polsek Randublatung Polres Blora tak lama setelah ada laporan dari warga bahwa ada tindakan penganiayaan. 

Peristiwa ini berawal saat para anak punk menghadang laju truk yang dikemudikan korban, di jalur Randublatung-Doplang.

Salah satu dari anak punk menghampiri sopir truk untuk meminta agar diberi tumpangan. Namun, salah seorang anak punk lain tiba-tiba menggedor-gedor bak truk milik korban dalam kondisi mabuk. Senin (07/05).

Korban Sutejo pada saat itu hanya memberitahu kepada sekelompok anak punk bahwa, “Kalo ikut ya ayo naik, gak usah gedor-gedor, mbok ya yang sopan sedikit.” Ujar Sutejo.

Ada yang tidak terima karena pengaruh miras salah seorang anak punk langsung membuka pintu Truk kemudian langsung menganiaya sopir truk bersama rekan-rekannya.

Anak Punk Blora
Anak Punk Blora (Humas Polres Blora)

Tak kuasa dikeroyok segrombolan anak punk korban berteriak meminta tolong, beruntung warga datang membantunya.

Korban mengalami luka robek kepala, serta memar-memar di bagian wajah dan badanya yang langsung dibawa ke Puskesmas. warga juga membantu Polisi dalam menangkap belasan anak punk yang melakukan penganiayan tersebut.

Kapolsek Randublatung Polres Blora, AKP Supriyo, mengatakan dalam kejadian itu segerombolan anak punk tersebut berjumlah puluhan orang dan sebagian bisa melarikan diri.

Namun, Polsek Randublatung bersama warga mengamankan 11 anak punk, setelah dilakukan pemeriksaan pelaku berjumlah 6 orang, 3 diantaranya sudah diamankan dan 3 lainnya masih dalam lidik. Polisi juga mengamankan barang bukti berupa rentengan selongsong peluru beserta rantainya.

“Sebelas anak punk sudah kita amankan berseta barang buktinya. Tiga diantarana sudah jadi tersangka dan yang lain masih diamankan untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Sedangkan korban penganiayaan masih dirawat di Puskesmas Randublatung,” terang Kapolsek Randublatung. (*)

Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help