Liputan Khusus

Saya Baru Tahu Ada Modus Jual Beli Sisa Kuota

Ayuk terlihat bingung ketika mendengar ada fenomena memperdagangkan sisa kuota tak terpakai pelanggan tertinggal di kartu lama.

Saya Baru Tahu Ada Modus Jual Beli Sisa Kuota
tribunjateng/dok
ilustrasi penggunaan gadget 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Ayuk terlihat bingung ketika mendengar ada fenomena memperdagangkan sisa kuota tak terpakai pelanggan yang tertinggal di kartu lama.

Wanita yang sudah 11 tahun menjadi penjual pulsa itu mengaku baru sekarang mengetahui adanya modus semacam itu. "Emang apa bisa seperti itu?" tanya dia.

Menurut dia, mengambil sisa kuota internet menggunakan aplikasi khusus dirasa tidak masuk akal. Sebab, sekarang ini keamanan jaringan seluler lebih diperketat.

"Sepertinya sekarang bukannya sistem lebih ketat ya, begitu mau ganti kartu mesti langsung unreg kartu lama biar masih ada kuota untuk ndaftarin NIK kita," ucapnya.

Namun, jika memang ada oknum yang menjalankan aksi tersebut, Ayuk beranggapan tindakan itu merupakan kecurangan publik. Sebab jika tahu begitu maka konsumen pasti merasa dirugikan.

Senada disampaikan pemilik konter handphone di lantai 3 Plaza Simpanglima Semarang, Anikha. Ia mengaku baru kali ini mendengar adanya modus memperdagangkan sisa kuota tak terpakai.

Bahkan, di lingkungan kerjanya pun selama 8 tahun membuka usaha di tempat itu, ia tidak pernah mendengar obrolan yang mengarah ke memperdagangkan sisa kuota internet tak terpakai. "Kayak gitu bukannya malah merugikan konsumen," ucapnya.

Anikha mengungkapkan, kasus yang pernah didengarnya justru adamya oknum yang menjual perdana internet tidak sesuai dengan yang dipromosikan. Misal di kemasan tertulis 30 GB, tetapi ketika dipasang hanya ada 15 GB.

"Ada yang pernah bilang jangan beli kuota yang tidak jelas tokonya, soalnya kadang tidak sesuai sama yang dipromokan. Setelah dipakai ternyata nggak sesuai, Pernah sekali dengar kayak gitu, cuma di konter luar, kalau di sini (Plaza Simpanglima-Red) belum sih," paparnya.

Seorang pemilik konter pulsa lain, Ari K mengaku tak pernah menjual kuota internet yang berasal dari kartu pedana bekas. Selama ini ia hanya menjual kartu perdana yang masih baru, dari berbagai provier.

"Saya tidak jualan kuota dari kartu pedana bekas seperti itu," ucap pemilik konter pulsa di wilayah Demak itu.

Selain ogah ribet, Ari juga tak familiar dengan aplikasi-aplikasi untuk mengakali sisa kuota internet yang tak bisa digunakan pelanggan karena faktor tertentu itu. (tribunjateng/cetak/lipsus)

Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help