Andika Prabhangkara dan Gatotkoco Ungkap Klimaks Film Anak Negeri

Pemilik akun Twitter @andikamixpro itu berujar pesan moral dalam film berdurasi 1 jam 20 menit itu adalah ketekunan, pengorbanan dan kedisiplinan.

Andika Prabhangkara dan Gatotkoco Ungkap Klimaks Film Anak Negeri
tribunjateng/daniel ari purnomo
Salah satu pengunjung memperlihatkan tiket nonton bareng film Anak Negeri di E-Plaza, Rabu (9/5/2018) pagi. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Daniel Ari Purnomo

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Produser Film Anak Negeri, Andika Prabhangkara membeberkan bahwa potongan adegan film tidak 100 persen mirip kisah masa lalu Ganjar Pranowo.

Contohnya pada adegan sang ayah memarahi Ganjar kecil karena pulang larut malam.

"Pak Ganjar bilang ayahnya kalau sudah menghajar itu ganas. Tetapi tidak mungkin saya gambarkan keganasan yang sesungguhnya. Kesannya bisa kekerasan," ungkap Andika sebelum pemutaran film Anak Negeri di E-Plaza, Rabu (9/5/2018) siang.

Pemilik akun Twitter @andikamixpro itu berujar pesan moral dalam film berdurasi 1 jam 20 menit itu adalah ketekunan, pengorbanan dan kedisiplinan.

"Prinsipnya, orang tidak punya (miskin) bisa sukses. Kami buat film itu untuk membentuk pendidikan karakter anak bangsa," kata pria asal Yogyakarta itu.

Andika mengatakan film itu tercipta terinspirasi buku novel biografi Anak Negeri yang ditulis Gatotkoco Suroso.

"Saya dan mas Gatot ketemu usai launching buku Anak Negeri. Lalu kami berdiskusi, akhirnya ada gagasan membuat film itu," imbuhnya.

Pembuatan film Anak Negeri, lanjut dia, memerlukan waktu 2,5 bulan. Kondisi produksi, diakui Andika, belum maksimal.

"Film itu kami buat di Yogya. Kala itu mbarengi (bersamaan) 3 film sekaligus di Yogya. Jadi ya belum maksimal," beber dia.

Penulis buku Anak Negeri, Gatotkoco Suroso menuturkan sangat puas melihat antusias penonton pemutaran film perdana itu.

"Ada satu hal menurut saya fenomena film ini menyatakan Ganjar dicintai warga. Itu terbukti dari penjualan buku dan pemutaran film Anak Negeri ini," katanya.

Gatot berharap buku Anak Negeri menjadi bestseller nasional, seperti buku Jokowi si Tukang Kayu, miliknya.

"Klimaks pada film itu sama seperti dalam buku. Titik saat mbak Ika meninggal menjadi puncak. Almarhumah merupakan tokoh yang ngopeni Ganjar, tetapi terpaksa tidak bisa melihat kesuksesan sang adik ipar," terangnya. (*)

Penulis: Daniel Ari Purnomo
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved