Inilah Tradisi Temanten Tebu di Tegal, Mulai Dari Diarak Hingga Digiling

Tradisi 'Temanten Tebu' biasanya dilakukan menjelang masuknya musim giling atau panen tebu.

Inilah Tradisi Temanten Tebu di Tegal, Mulai Dari Diarak Hingga Digiling
TRIBUN JATENG/AKHTUR GUMILANG
Tradisi 'Temanten Tebu' biasanya dilakukan menjelang masuknya musim giling atau panen tebu. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akhtur Gumilang

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Tradisi 'Temanten Tebu' biasanya dilakukan menjelang masuknya musim giling atau panen tebu.

Temanten tabu sendiri merupakan kegiatan menikahkan dua batang tebu sebelum yang akan masuk ke penggilingan.

Sebelum masuk penggilingan, dua batang tebu itu terlebih dahulu diarak menggelilingi pabrik.

Pada Rabu (9/5/2018) ini, Pabrik Gula (PG) Pangka yang sudah beroperasi sejak tahun 1832 itu melakukan tradisi Temanten Tabu.

Pabrik gula yang berada di Kecamatan Pangka, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah itu rencananya akan melakukan proses giling dengan memakan waktu 110 hari dimulai pada Minggu Kliwon , 20 Mei 2018 mendatang.

Sebelum penggilingan, katel terlebih dahulu dipanaskan pada hari Selasa Pahing, 11 Mei 2018 lalu.

Tradisi 'Temanten Tebu' biasanya dilakukan menjelang masuknya musim giling atau panen tebu.
Tradisi 'Temanten Tebu' biasanya dilakukan menjelang masuknya musim giling atau panen tebu. (TRIBUN JATENG/AKHTUR GUMILANG)

Manager Pabrik Gula Pangka, Tri Agung Wahyudi mengatakan, tradisi ini digelar sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil panen tebu tahun 2018.

“Pengantin tebu pria diambil dari Kebun Kertasinduyasa TSS 1, dengan nama Bagus Prakosa Adhitama bin VMC 7616 dan pengantin tebu wanita diambil dari Kebun Kalisoka TSS 1 dengan nama Roro Arum Larasmadu binti PSJT 941,” kata Tri kepada Tribunjateng.com, Rabu (9/5/2018).

Menurutnya, penyelenggaraan selamatan giling ini berfungsi sebagai media untuk mempererat kekerabatan sosial, mulai dari petani tebu, karyawan, manajemen pabrik, pemerintahan hingga seluruh elemen masyarakat.

"Tradisi ini dikemas menarik menjadi daya tarik bagi wisatawan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Tri menjelaskan bahwa target produksi gula perusahannya mencapau 4.000 ton lebih.

‎Jumlah produksi tersebut didapat dari pasokan 1,6 juta tebu dengan lama proses penggilingan selama 110 hari.(*)

Penulis: Akhtur Gumilang
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help