Gelar Demo di Depan Kantor Saudara Grup, Kreditur Menolak KSP Jateng Mandiri Dipailitkan

Para kreditur yang mayoritas sudah lanjut usia kembali turun ke jalan menggelar aksi demo di depan kantor Saudara Grup

Gelar Demo di Depan Kantor Saudara Grup, Kreditur Menolak KSP Jateng Mandiri Dipailitkan
Tribunjateng.com/Hermawan Endra
Para kreditur yang mayoritas sudah lanjut usia kembali turun ke jalan menggelar aksi demo di depan kantor Saudara Grup, Jalan A Yani 174 Semarang, Sabtu (12/5). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Hermawan Endra Wijonarko

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Konflik di Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Jateng Mandiri semakin memanas. Para kreditur yang mayoritas sudah lanjut usia kembali turun ke jalan menggelar aksi demo di depan kantor Saudara Grup, Jalan A Yani 174 Semarang, Sabtu (12/5).

Ini merupakan kali kedua mereka berdemo di lokasi tersebut yang diklaim merupakan salah satu kantor/ tempat para kreditur melakukan simpanan sebelum di PKPU selain kantor cabang di Jalan Kartini 19 Semarang.

Tuntutan Kreditur KSP Jateng Mandiri menolak dipailitkan dan memohon perlindungan dari para aparat penegak hukum agar uang dapat dikembalikan oleh Mantan Ketua KSP Jateng Mandiri Era 2005-2016.

Koordinator Aksi, Adriyanus Yanuar, menjelaskan, dalam perjanjian perdamaian tersebut, pihak KSP Jateng Mandiri era Ketuanya, Halim Susanto diharuskan setiap bulan membayar bunga senilai Rp1,6 miliar terhadap anggota yang menyimpan dananya di atas Rp10 juta.

Namun terhitung sejak November 2017 sampai Mei 2018 belum pernah ada pembayaran bunga. Jika ditotal keterlambatan pembayaran bunga kepada anggota selama tujuh bulan itu cukup fantastis, senilai Rp11,2 miliar.

Itu baru bunga, belum lagi ditambah, kewajiban membayar simpanan pokok 1.200 anggota yang nilainya mencapai Rp328 miliar. Di putusan homologasi, sistem pembayaran simpanan pokok dilakukan secara bertahap hingga akhir 2021.

"Tiap enam bulan nyicil lima persen dari pokok, sampai delapan kali. Kemudian 60 persen sisanya dilunasi pada akhir 2021," kata Adriyanus Yanuar.

Sementara kreditur yang menyimpan dananya di bawah Rp 10 juta tidak memperoleh bunga. Namun, pengembalian dana mereka senilai Rp5,6 miliar telah selesai dilakukan meskipun mengalami pelambatan.

"Ada 300 kreditur yang nilai simpanannya dibawah Rp10 juta. Sesuai putusan homologasi dibayar paling lambat Desember 2017 faktanya dilunasi April 2018 atau molor empat bulan," katanya.

Halaman
12
Penulis: hermawan Endra
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help