Jelang Puasa Ramadan, Kampung Bustaman Semarang Adakan Tradisi Gebyuran

Ada sebuah tradisi bernama gebyuran atau perang air di Kota Semarang. Tradisi tahunan ini dilakukan setiap menjelang bulan ramadan.

Jelang Puasa Ramadan, Kampung Bustaman Semarang Adakan Tradisi Gebyuran
TRIBUN JATENG/HERMAWAN HANDAKA
Ratusan Warga Kampung Bustaman terlihat tumpah ruah memadati gang-gang kampung untuk merayakan Tradisi "Gebyuran Bustaman yang selalu diadakan menjelang datangnya bulan Ramadan di Kampung Bustaman, Semarang, Jawa Tengah, Minggu, 13/5). Sebelumnya warga secara spontan mencoreng wajahnya sebagai simbol menandakan sifat negatif dalam diri manusia yang selanjutnya akan dibersihkan dengan cara gebyuran atau perang air antar warga. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Reza Gustav 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Ada sebuah tradisi bernama gebyuran atau perang air di Kota Semarang.

Tradisi tahunan ini dilakukan setiap menjelang bulan ramadan.

Sebuah kampung yang bernama Kampung Bustaman, Purwodinatan, Semarang Tengah, melaksanakannya pada sore ini, Minggu (13/5/2018).

Tradisi yang dinamai Gebyuran Bustaman ini diyakini warga setempat menjadi simbol untuk mensucikan diri sebagai sebelum menunaikan ibadah puasa.

Terlihat ratusan orang berkumpul sambil membawa sebuah kantung plastik yang telah diisi air dan diikat saling melempar agar pecah.

Mereka pun berkejar-kejaran, menghindar sambil berteriak.

Ada juga yang saling menyemprotkan air menggunakan selang.

Selain air, ditambahkan juga holy powder atau tepung warna untuk memeriahkan acara itu.

Seorang warga setempat, Bayu (24), telah ikut acara tersebut selama enam kali setiap tahun.

“Jadi para warga menggunakan tradisi ini sebagai simbol untuk mensucikan diri karena bersih-bersih itu identiknya pakai air. Seru sekali karena kita gebyuran itu artinya berperang menggunakan air,” ujarnya. (*)

Penulis: Reza Gustav Pradana
Editor: galih permadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help