Pilbup Tegal 2018

Bagaimana Proses Pilkada setelah Enthus, Calon Bupati Tegal Meninggal Dunia? Ini Penjelasan KPU

Enthus juga berstatus sebagai petahana yang mencalonkan diri lagi sebagai bupati pada Pilkada 2018 ini.

Bagaimana Proses Pilkada setelah Enthus, Calon Bupati Tegal Meninggal Dunia? Ini Penjelasan KPU
mamdukh adi priyanto
Ki Enthus Susmono berbicara saat acara Luwijawa Festival 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Mamdukh Adi Priyanto

TRIBUNJATENG.COM,SLAWI- Bupati Tegal periode 2013- 2018 Enthus Susmono (52) meninggal dunia pada Senin (14/5/2018) malam.

Enthus juga berstatus sebagai petahana yang mencalonkan diri lagi sebagai bupati pada Pilkada 2018 ini.

Ia berpasangan kembali dengan Umi Azizah yang menjabat Wakil Bupati Tegal pada periode yang sama.

Enthus- Umi diusung beberapa gerbong partai politik dengan partai pengusung PKB dan dengan dukungan Gerindra, PKS, PAN, dan Hanura.

Lantas, bagaimana proses pilkada berjalan setelah satu calon bupati meninggal dunia?

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tegal rencananya segera menggelar rapat pleno untuk mengambil keputusan mengenai status calon bupati Enthus.

Ketua KPU Kabupaten Tegal, Sukartono, menjelaskan pihaknya memberikan waktu selama sepekan kepada parpol pengusung untuk mencari pengganti Enthus.

Waktu sepekan itu dihitung sejak meninggalnya calon.

"Parpol atau parpol gabungan bisa mengusung calon pengganti. Ada jangka waktunya," kata Sukartono, Selasa (15/5/2018).

Halaman
12
Penulis: mamdukh adi priyanto
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help