Teror Bom Surabaya

Doa Paus Fransiskus untuk Indonesia: Semoga Hati Kita Dijauhkan dari Rasa Benci

Paus Fransiskus di Vatikan turut mendoakan kondisi Indonesia, sebagai tanggapan terjadinya teror bom di Surabaya

Doa Paus Fransiskus untuk Indonesia: Semoga Hati Kita Dijauhkan dari Rasa Benci
Kompas.com
Paus Fransiskus 

TRIBUNJATENG.COM - Paus Fransiskus di Vatikan turut mendoakan kondisi Indonesia, sebagai tanggapan terjadinya teror bom di Surabaya, Minggu (13/5). Doa Paus untuk Indonesia itu terlontar dalam sebuah momen yang dihadiri ribuan umat Katolik Roma.

Doa Paus untuk Indonesia itu disampaikan Uskup Agung Jakarta Mgr Ignatius Suharyo. Menurut dia, Paus Fransiskus mendoakan Indonesia agar tegar menghadapi situasi tersebut.

Padahal, dia menambahkan, Paus disebut sangat jarang menyebut Indonesia dalam sejumlah kegiatannya. Hal itu menunjukkan keprihatinan dan duka mendalam yang dirasakan akibat peristiwa itu.

Gus Mus
Gus Mus (KOMPAS.com/SABRINA ASRIL)

"Kalau memperhatikan reaksi para pemimpin pemerintahan, khususnya pimpinan gereja Katolik, sangat jarang Paus berbicara tentang Indonesia, sangat jarang. Kemarin pada hari Minggu beberapa waktu sesudah peristiwa di Surabaya terjadi, di dalam audensi umum yang dihadiri ribuan orang di Vatikan, Paus menyebut secara khusus Indonesia," ujarnya, di Kompleks Katedral, Jakarta Pusat, Senin (14/5).

Dalam doanya, Suharyo menuturkan, Paus menyisipkan pesan damai agar setiap warga, khsusunya korban tak memendam rasa benci.

"Sangat menarik, beliau adalah pemimpin umat Khatolik tentu saja. Yang sangat menarik adalah tidak ada satu katapun yang mengancam dari kata-kata Paus, tapi sebaliknya doanya sangat menyejukan. 'Semoga dalam hati kita semua dijauhkan dari rasa benci, tetapi sebaiknya kita dituntun untuk mencari langkah-langkah damai'," papar Suharyo, mengartikan doa Paus.

Cak Nun
Cak Nun (Net)

Doa Paus, kata Suharyo, diapresiasi mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Din Syamsuddin. Din menghubungi Suharyo dan menyebut doa yang disampaikan Paus merupakan pesan damai untuk Indonesia.

"Tadi pagi-pagi benar (kemarin-Red) saya menerima telepon dari Pak Din Syamsuddin, beliau mengucapkan bela sungkawa dan mengucapkan secara jelas syukur bahwa Paus menyebut dan mendoakan Indonesia dengan kata-kata yang begitu sejuk. Jadi apa yang saya terima telepon dari Pak Din menunjukan bahwa yang dicederai, yang terluka adalah kita semua," ucapnya.

Adapun, pesan damai juga terlontar dari tokoh kenamaan Emha Ainun Najib atau akrab disapa Cak Nun, dan KH Musthofa Bisri atau akrab disapa Gus Mus, dalam Tabligh Akbar Rayonisasi Satgas Nusantara Polda Jateng di Lapangan Pancasila Semarang, Senin (14/5) dini hari.
Gugur Bunga

Dalam kegiatan itu, Cak Nun menginisiasi peserta menyanyi lagu 'Gugur Bunga' yang ditujukan untuk saudara yang gugur dalam peristiwa teror di Mako Brimob dan Surabaya.

Halaman
12
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help