Ki Enthus Susmono Meninggal Dunia

KATA Orang Tentang Enthus Susmono sebagai Dalang, Kiai dan Bupati Tegal

KATA Orang Tentang Enthus Susmono sebagai Dalang, Kiai dan Bupati Tegal. Begini kesaksian orang-orang

KATA Orang Tentang Enthus Susmono sebagai Dalang, Kiai dan Bupati Tegal
youtube
KATA Orang Tentang Enthus Susmono sebagai Dalang, Kiai dan Bupati Tegal 

Enthus, sambung Ganjar, merupakan sosok yang serius. Ini dibuktikan saat almarhum yang mengawali karir sebagai seniman berhasil menjabat bupati.

"Mudah-mudahan, apa yang sudah dikerjakannya mewarnai birokrasi yang ada di sana untuk menjadi lebih baik. Dan jikalau sesuatu yang ditinggalkan sudah baik kita teruskan, yang jelek-jelek tentu kita tinggalkan. Insyaallah, yang dikerjakan Mas Enthus baik dan manfaat," ucapnya.

Dia pun membeberkan sebuah kenangan tentang Bupati nonaktif Tegal itu. Kala itu, Ganjar kali pertama menggelar rapat bersama bupati dan wali kota sewilayah Jateng.

"Waktu saya rapat pertama, diinterupsi sama dia. Kemudian dia nerocos (bicara) banyak sekali. Tapi, setelah itu kami menjadi dekat. Apa maunya? Ternyata, cara dia menyampaikan gaya Enthus betul, gaya seorang dalang, seniman, yang dia melihat rapat itu seperti sedang ndalang, sehingga semua ditembaki satu persatu," ujar alumnus UGM ini.

Enthus Susmono lebih dulu dikenal masyarakat sebagai dalang. Budayawan Kota Tegal, Yono Daryono mengatakan, semasa muda, Enthus kerap bermain di teater besutan Yono. Menurut Yono, Enthus belajar teater di tempat Yono sekira tahun 1994.

"Kala itu, dia sangat tekun di dunia teater dan sempat bermain musik juga pada pementasan teater," papar Yono.

Padahal, sejak 1985, Enthus memulai karir sebagai dalang. Setelah belajar teater, Enthus mulai menjadi dalang wayang kulit kontemporer.

"Kala belajar teater pada 1994, sebenarnya ia tidak hanya belajar teater. Enthus belajar ilmu kehidupan. Kala latihan, ia selalu total," imbuhnya.

Menurut Yono, pada tahun 1977-an, Enthus sempat mengenyam pendidikan di Universitas Pancasakti (UPS) Kota Tegal di jurusan Bahasa dan Sastra namun tak tamat.
Yono mengatakan, darah seni Enthus mengalir dari sang ayah yang juga dalang, Soemardjadihaja.

Sementara, berdasarkan dokumen pencalonan di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tegal, Enthus lahir di Tegal, 21 Juni 1966. Enthus mengenyam pendidikan di SD Negeri Dampyak Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal. Kemudian, melanjutkan ke SMP Negeri 1 Tegal. Pada kurun waktu 1983- 1986, dia mengenyam pendidikan di bangku SMA Negeri 1 Tegal.

Halaman
123
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help