KUD Bahagia Dipercaya Anggota Sejak 1972

Namun berbeda dengan KUD Bahagia Kecamatan Gembong. KUD ini masih tetap eksis dengan beranggotakan 3.600-an orang.

KUD Bahagia Dipercaya Anggota Sejak 1972
rifqi gozali
Sejumlah jajaran pengurus KUD Bahagia foto bersama dengan Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah, Selasa (15/5/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Rifqi Gozali

TRIBUNJATENG.COM, PATI - Bukan hal yang mudah bagi Koperasi Unit Desa (KUD) agar tetap bertahan. Apalagi di tengah kebijakan pemerintah yang silih berganti.

Namun berbeda dengan KUD Bahagia Kecamatan Gembong. KUD ini masih tetap eksis dengan beranggotakan 3.600-an orang.

Berbagai inovasi telah dilakukan oleh KUD ini.  Sejumlah badan usaha juga telah dimiliki, misalnya usaha distribusi bahan pokok, unit usaha simpan pinjam dan pembiayaan syariah, bahkan kiniulai merambah ke unitbusaha properti.

Ketua KUD Bahagia KH Abdul Wahid Hasyim mengatakan, inovasi memang penting demi keberlangsungan koperasi. Namun lebih dari itu, pola pikir setiap pengurus menjadi yang utama.

"Pegurus janga berpikir berapa uang yang akan didapat sebelum bekerja. Bekerja dulu baru kalau ada untung dibagi secara manusiawi, kalau tidak untung yang tidak digaji. Gajinya selama satu tahun sekali. Tapi selama ini alhamdulillah selalu untung, gaji buat pengurusnya juga lumayan," kata Wahid, Selasa (15/5/2018).

Sekretaris KUD Bahagia Patman mengatakan, kepercayaan anggota dan nasabah yang menyimpan uang di unit usaha simpan pinjam milik KUD juga tak kalah penting. Maka untuk menjaganya likuiditas unit usaha simpan pinjam selalu dijaga, agar saat nasabah mengambil simpanan selaku tersedia.

"Ada juga nasabah yang kini menyimpan uang di unit usaha simpan pinjam sampai Rp 2 miliar, karena faktor kepercayaan," kata Patman.

Dia mengatakan, aset unit usaha ini telah mencapai sekitar Rp 57 miliar. Secara riil, kata Patman, aset KUD Rp 11.2 miliar.

"Untuk dana bergulir dari LPDB (Lembaga Pengelola Dana Bergulir) pun kaki mengembalikannya tepa waktu, itupun hanya Rp 2 miliar. Karena sejauh ini kami untuk opersioanl memamg didukung oleh anggota," katanya.

Beberapa badan usaha milik KUD, kata Patman, kini juga telah legal berbadan hukum. Untuk memberi rasa percaya kepada masyarakat, tidak jarang berbagai program sosial juga tak luput dari perhatian. Menyantuni anak yatim, aksi sosial bagi anggota yang tengah sakit serta pembagian zakat rupanya jadi aspek kepercayaan anggota atau masyarakat uang hendak menggunanakan jasa dari unit usaha milik KUD.

Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah Bima Kartika mengatakan, KUD Bahagia ini memang layak untuk diapresiasi. Pasalnya, sistem manajemen yang sudah tertata serta inovasi sehingga membuat KUD ini bukan semakin melemah namun malah semakin menguat.

"Koperasi ini memang bagus, harapannya bisa memerluas jaringan pemasaran, selain itu juga sebagai sarana succes story atas keberhasilannya dalam melakukan usaha," katanya. (*)

Penulis: Rifqi Gozali
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help