Ramadan 2018

Selama Ramadan, Jam Pelajaran Dikurangi 10 Menit Per Mapel

untuk waktu dimulainya KBM di sekolah semula dilaksanakan pukul 07.00, selama Ramadan ini aktivitas tersebut dilaksanakan mulai pukul 07.30

Selama Ramadan, Jam Pelajaran Dikurangi 10 Menit Per Mapel
deni setiawan
Ilustrasi. Foto - Puluhan siswa SMA Negeri 3 Semarang sedang menjalani proses belajar-mengajar di ruang laboratorium sekolah yang berada di Jalan Pemuda Nomor 149 Kota Semarang itu, Rabu (14/3/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Deni Setiawan

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Seperti di tahun-tahun sebelumnya, dan telah disesuaikan pada Kalender Pendidikan Tahun Pelajaran 2017/2018, durasi pelaksanaan teknis kegiatan belajar mengajar (KBM) di seluruh sekolah dipersingkat selama Ramadan 2018.

Hal tersebut pun telah dituangkan secara resmi melalui edaran Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang bernomor 421.7/4241 per Senin (14/5/2018) kemarin oleh Kepala Disdik Kota Semarang Bunyamin.

Menurut Bunyamin, ada beberapa hal yang tertuang dalam edaran tersebut, satu di antaranya terkait durasi waktu pembelajaran dari semula atau di hari normal dilaksanakan selama 40 menit per mata pelajaran (mapel). Khusus selama Ramadan hanya 30 menit atau dikurangi 10 menit per mapel.

“Termasuk juga untuk waktu dimulainya KBM di sekolah. Semula dilaksanakan pukul 07.00, selama Ramadan ini aktivitas tersebut dilaksanakan mulai pukul 07.30. Lalu khusus untuk mapel yang menguras tenaga (fisik) seperti olah raga, sementara waktu bersifat teori di dalam kelas,” kata Bunyamin.

Kepada Tribunjateng.com, Selasa (15/5/2018), masih berkaitan dengan KBM di sekolah yang berlaku baik di tingkat satuan pendidikan di Kota Semarang, baik itu sekolah negeri maupun swasta, libur awal Ramadan 1439H hanya selama 2 hari.

“Yakni pada Kamis (17/5/2018) dan Jumat (18/5/2018). Adapun hari efektif pembelajaran selama Ramadan adalah pada 21 Mei hingga 7 Juni 2018 mendatang. Berkait hal itu, secara umum diharapkan dari pengurangan waktu pembelajaran tersebut, bisa semakin diperbanyak kegiatan keagamaannya,” tandasnya.

Dia menambahkan, pengeluaran surat edaran tersebut setidaknya ada 3 dasar utama yang menjadi patokan Disdik Kota Semarang. Di antaranya adalah pada Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

“Lalu Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan sebagaimana telah diuah dengan PP Nomor 32 Tahun 2014 tentang Perubahan PP Nomor 19 Tahun 2005,” tukasnya.

Dan dasar yang ketiga, tandas Bunyamin, yakni Keputusan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Pedoman Penyusunan Kalender Pendidikan Kota Semarang Tahun Pelajaran 2017/2018.

“Kami secara umum menyebarkan surat edaran tersebt untuk dapat dipedomani dan dilaksanakan oleh seluruh pimpinan satuan pendidikkan yang ada di bawah tanggungjawab Disdik Kota Semarang,” jelasnya.

Bunyamin juga berharap, edaran tersebut dapat diberikan atau diserahkan kepada setiap orangtua maupun wali peserta didik. Sehingga setidaknya pula mereka mengetahui tentang tata aturan yang berlaku sementara ini atau hanya selama Ramadan 2018.

“Intinya, sama-sama saling memantau dan mengawasi. Termasuk juga masyarakat. Harapan kami, selama Ramadan atau libur sekolah bisa dimanfaatkan melalui kegiatan-kegiatan yang mengarah pada peningkatan akhlak, pemahaman, pendalaman, maupun amaliah agama,” terangnya.

Dimana, tuturnya, itu pula menjadi bagian dari pembentukan peserta didik yang berkarakter. Syukur pula, di setiap sekolah dapat melaksanakan kegiatan ekstrakurikuler bernuansa pembekalan akhlak atau moral.

“Contohnya seperti pesantren kilat, salat berjamaah, salat tarawih di sekolah, tadarus, zakat, buka puasa bersama, maupun kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya. Yang secara umum bermanfaat bagi diri peserta didik, sekolah, maupun lingkungan masyarakat,” pintanya. (*)

Penulis: deni setiawan
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved