Agar Tak Terdeteksi, Kelompok Teroris Kini Menghindari Teknologi Informasi

Teroris saat ini memilih komunikasi secara langsung ketimbang melalui saluran telepon atau internet.

Agar Tak Terdeteksi, Kelompok Teroris Kini Menghindari Teknologi Informasi
IST
Api berkobar setelah ledakan bom bunuh diri di depan GKI Jalan Diponegoro, Surabaya, Minggu (13/5/2018) pagi. 

TRIBUNJATENG.COM - Pengamat terorisme Al Chaidar menilai pergerakan dan struktur organisasi teroris saat ini telah berubah. Menurut Al Chaidar, organisasi teroris lebih tersamar dan sulit dideteksi.

“Sekarang ini organisasi teroris memang sangat rigid, struktur organisasi mereka tersembunyi dan mereka tidak lagi menggunakan teknologi informasi telepon,” ucapnya saat dihubungi, Rabu (16/5/2018).

Al Chaidar mengatakan, teroris saat ini memilih komunikasi secara langsung ketimbang melalui saluran telepon atau internet.

“Tatap muka langsung bertemu, kemudian mereka tidak menggunakan komunikasi WA (aplikasi Whatsapp). Mereka punya WA tapi tidak untuk jaringan jihad mereka,” ucapnya.

Organisasi teroris, kata Al Chaidar, menghindari telepon dan internet agar sulit terdeteksi oleh polisi.

Sebelumnya, rangkaian teror terjadi di Surabaya dan Sidoarjo dalam 24 jam terakhir.

Minggu (13/5/2018) kemarin, ledakan terjadi di tiga gereja di Surabaya, yaitu di Gereja Santa Maria Tak Bercela, Gereja Kristen Indonesia (GKI), dan Gereja Pantekosta Pusat.

Minggu malam, ledakan juga kembali terjadi di Rusunawa Wonocolo, Sidoarjo, Jawa Timur. Pada Senin (14/5/2018) pagi, bom bunuh diri kembali terjadi di depan Markas Polrestabes Surabaya, Jawa Timur.

Total belasan orang meninggal dunia dan puluhan lainnya luka-luka karena aksi terorisme di sejumlah tempat tersebut.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul: Pengamat: Kini, Organisasi Teroris Hindari Teknologi Informasi

Editor: m nur huda
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help