Beredar Imbauan Terkait Pemindahan Napi Terorisme ke Lapas Ambarawa, Ini Kata Humas

pemidahan narapidana terorisme dari Lembaga Pemasyarakatan Kelapa Dua Mabes Polri ke LP klas II A Ambarawa

Beredar Imbauan Terkait Pemindahan Napi Terorisme ke Lapas Ambarawa, Ini Kata Humas
Suasana di dalam Mako Brimob Kelapa Dua, Depok pasca kerusuhan yang dilakukan narapidana terorisme, Kamis (10/5/2018). Sebanyak 145 narapidana terorisme yang menguasai Rutan Cabang Salemba Mako Brimob menyerahkan diri setelah dilakukan operasi Polri. (KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO) 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Amanda Rizqyana

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Beredar imbauan yang disebarkan melalui aplikasi perpesanan terkait pemidahan narapidana terorisme dari Lembaga Pemasyarakatan Kelapa Dua Mabes Polri ke LP klas II A Ambarawa, Berikut bunyi pesan tersebut

"I. Dilaporkan telah dilaksanakan Kegiatan Pengiriman Napi Teroris Tersangka Teroris An. Ruswan alias Abu Fakhri dari LP Kelapa Dua Mabes Polri ke LP klas II A Ambarawa yang bertempat di Lembaga Pemasyarakatan klas II A Ambarawa Kel. Lodoyong, Kec. Ambarawa.

II. Utk smtr infonya istrinya mau cari.... *KONTRAKAN DISEKITAR AMB YG DEKAT DGN BETENG*

III. Mohon ijin utk warga kel. Pojok sari khususnya warga RW 02 yg punya kost"an atau rmh yg mau di kontrakan supaya selektif dlm menerima org yg mau kost, (Tanyakan surat"nya : KTP,KK,SRT NIKAH,SRT BORO) dr kel. YBS.....
IV. Demikian ... info smtr yg kami terima supaya di waspadai....
......Nuwun....."

Humas Lembaga Pemasyarakatan Ambarawa, Hendrik menuturkan bahwa pemindahan napi tersebut sudah dilakukan sejak dua bulan yang lalu.

Napi asal Jambi tersebut dijatuhi hukuman 2 tahun 8 bulan dan sudah menjalani hukuman selama 1 tahun 6 bulan.

Istri napi tersebut tinggal di Babadan Ungaran, sebelah pabrik Nissin.

"Sabtu kemarin saya sempat berbincang dengan istri dan napi yang bersangkutan berencana akan pindah kos yang dekat dengan Lapas Ambarawa," terangnya ketika dihubungi Tribun Jateng.

Keinginan pindah kos tersebut karena napi memiliki dua anak yang masih kecil.

Ketika ditanya perihal perilaku napi dan istri, apakah ditemukan hal yang mencurigakan, Hendrik menyatakan tidak ada perilaku dari napi maupun keluarga napi yang mencurigakan atau meresahkan.(*)

Penulis: amanda rizqyana
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help