Dinas Pertanian Kabupaten Batang Sarankan Petani Cengkeh Perhatikan Kebersihan Kebun

Panen raya cengkeh yang menguntungkan para petani yang ada di Kabupaten Batang diharapkan diimbangi dengan perawatan tanaman cengkeh secara maksimal.

Dinas Pertanian Kabupaten Batang Sarankan Petani Cengkeh Perhatikan Kebersihan Kebun
budi susanto
Sriyono Kabid Perkebunan Dinas Pertanian Kabupaten Batang saat ditemui Tribunjateng.com di kantornya, Rabu (16/5/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Budi Susanto

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Panen raya cengkeh yang menguntungkan para petani yang ada di Kabupaten Batang diharapkan diimbangi dengan perawatan tanaman cengkeh secara maksimal.

Pasalnya tak jarang hama yang menyerang tanaman cengkeh membuat para petani merugi.

Dijelaskan Sriyono Kabid Perkebunan di Dinas Pertanian Kabupaten Batang, terdapat dua penyakit tanaman cengkeh yang harus diwaspadai.

"Satu di antaranya bakteri pembuluh kayu cengkeh, karena penyakit tanaman tersebut hingga saat ini belum ditemukan penanganannya secara efektif," ujarnya saat ditemui di Kantor Dinas Pertanian, Rabu (16/5/2018).

Namun, untuk mencegak bakteri tersebut semakin mewabah ke tanaman cengkeh, pihaknya memberikan edukasi kepada petani dengan cara sanitasi yang baik agar tanaman tetap sehat supaya tidak terserang hama.

"Ada juga hama penggerek batang dan cabang yang disebabkan ulat, jika terus diserang tanaman akan mati.
Antisipasi dengan menjaga kebersihan kebun, jika ulat sudah masuk ke batang tanaman kami sarankan agar petani cengkeh membersihkan dan menutup lubang ulat suapaya ulat mati," paparnya.

Sriyono menambahkan, Dinas Pertanian Kabupaten Batang memiliki program untuk meningkatkan produkasi petani cengkeh yaitu program fasilitas, intensifikasi perkebunan.

"Program ini merupakan stimulan bagi petani dengan pemupukan baik kandang, pabrik maupun pestisida. Dengan adanya bantuan harapan kami agar para petani bisa mandiri kedepanya," tinpalnya. (*)

Penulis: budi susanto
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help