Pilkada 2018

Ki Enthus Meninggal, Pilkada Kabupaten Tegal Bagaimana Selanjutnya?

Meninggalnya Enthus Susmono membuat DPC PKB Kabupaten Tegal berpikir ulang siapa sosok yang akan menggantikannya untuk maju pada Pilkada 2018 ini.

Ki Enthus Meninggal, Pilkada Kabupaten Tegal Bagaimana Selanjutnya?
tribunjateng/akhtur gumilang
Suasana debat paslon Pilbup Kabupaten Tegal 2018 yang digelar oleh KPU Kabupaten Tegal, 13 Mei 2018 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Meninggalnya Enthus Susmono membuat DPC PKB Kabupaten Tegal berpikir ulang siapa sosok yang akan menggantikannya untuk maju pada Pilkada 2018 ini.

Seperti diketahui, almarhum berstatus sebagai petahana yang mencalonkan diri lagi sebagai bupati pada pesta demokrasi. Ia berpasangan kembali dengan Umi Azizah yang menjabat Wakil Bupati Tegal incumbent.

Enthus-Umi diusung beberapa gerbong partai politik dengan partai pengusung PKB dan dengan dukungan Gerindra, PKS, PAN, dan Hanura.

Peraturan KPU memperbolehkan partai politik atau gabungan partai politik mengganti calon yang mengalami hambatan tetap semisal meninggal dunia. Parpol diberikan waktu 7 hari setelah dinyatakan mengalami hambatan.

Jika melihat aturan itu, besar kemungkinan Enthus Susmono akan digantikan calon lain yang disepakati partai politik pengusung Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Ketua DPC PKB Kabupaten Tegal, Ahmad Firdaus Assyairozi menuturkan, ada dua opsi bagi partainya dalam melakukan pergantian itu. "Apakah nanti kami mencari pengganti buat posisi calon bupati, atau pengganti posisi untuk calon wakil bupati untuk kemudian Bu Umi (Umi Azizah) mengisi calon bupati. Aturan KPU memperbolehkan itu," kata Firdaus.

Ia menargetkan dalam satu hingga dua hari ke depan, pihaknya sudah menunjuk satu nama untuk diajukan ke DPP PKB. "Untuk siapanya kami belum tahu. Itu tergantung rapat koordinasi dan istikhoroh para kiai. Setelah itu, hasil rapat kami sampaikan ke pusat," jelasnya.

Menurutnya, pihaknya hanya mengusulkan. Sedangkan DPP yang akan merekomendasikan nama yang menjadi calon bupati atau wakil bupati. "Namun, tetap DPP mempertimbangkan usulan dari DPC," imbuh pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Tegal itu.

Sementara itu, anggota DPR RI dari Fraksi PKB, Bahrudin Nasori menyatakan, DPP pastinya menunggu usulan dari bawah. "Intinya, harus ada penggantinya. Kalau tidak akan gugur dengan sendirinya calon yang sudah ada, yakni Bu Umi. Kita kan fastabiqul khoirot, berlomba- lomba dalam kebaikan, yakni memilih memimpin daerah yang baik," ujar wakil rakyat dari dapil Kota Tegal, Kabupaten Tegal, dan Brebes itu.

Menurutnya, sesuai aturan KPU, partai pengusung harus segera mengusulkan pengganti calon yang mengalami hambatan.

Ketika ditanya apakah calon pengganti bisa dari luar partai, Bahrudin menuturkan, kemungkinan itu bisa saja terjadi. "Entah itu dari kader partai ataupun bukan, pokoknya harus ada penggantinya," imbuhnya. (tribunjateng/cetak/mam)

Penulis: mamdukh adi priyanto
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help