Komunitas Tangan Terampil Beri Latihan Menjahit Bagi Penyandang Disabilitas

‎S‎edikitnya 30 peserta tersebut mendapatkan pembekalan dari Komunitas Tangan Terampil Semarang

Komunitas Tangan Terampil Beri Latihan Menjahit Bagi Penyandang Disabilitas
Tribunjateng.com/Raka F Pujangga
Komunitas Tangan Terampil memberdayakan kaum ibu di Kota Semarang untuk memiliki keterampilan menjahit selama dua hari, Senin-Selasa (14-15/5/2018) kemarin. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Raka F Pujangga

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Komunitas Tangan Terampil memberdayakan kaum ibu di Kota Semarang untuk memiliki keterampilan menjahit di SMKN 6 Semarang selama dua hari, Senin-Selasa (14-15/5/2018) kemarin.

Founder Komunitas Tangan Terampil, Natalia Sari Pujiastuti mengatakan, program pelatihan yang diberikan tersebut untuk meningkatkan kapasitas ibu-ibu agar dapat mengembangkan usaha.

"Kebanyakan peserta hanya ibu rumah tangga yang tidak bekerja, sehingga melalui kegiatan ini mereka bisa mengembangkan untuk menambah penghasilan," jelas dia, Rabu (16/5/2018).

Bahkan, kata Naneth sapaannya, sejumlah peserta merupakan penyandang disabilitas yang perlu ditingkatkan keterampilannya agar tetap bisa berkarya di rumah.‎

Sejumlah produk yang telah diajarkan terbilang cukup sederhana namun tetap memiliki nilai jual. Di antaranya ‎produk handycraft tersebut yakni gantungan kunci, dompet, tas kecil, dan lain sebagainya.

"Kami juga akan melakukan pendampingan bagi yang berminat untuk melanjutkan ‎kegiatan handycraft. Hasilnya bisa kami tampung untuk membantu menjualkannya," jelas dia.

‎S‎edikitnya 30 peserta tersebut mendapatkan pembekalan dari Komunitas Tangan Terampil Semarang yang konsisten sejak 2010 meningkatkan keterampilan ibu rumah tangga.

‎Sejumlah wanita penyandang disabilitas pun juga turut serta ambil bagian untuk mengikuti pelatihan yang mendapatkan dukungan dari Dinas Koperasi dan UMKM Jawa Tengah.

Satu di antara wanita disabilitas kembar yang ikut pelatihan itu yakni Desita Dini Avianti (25) dan Devita Dina Avianti (25), warga Banyumanik, Kota Semarang ‎yang mendapatkan keterampilan menjahit.

Desita mengaku, sudah tertarik dan belajar menjahit sejak bulan Januari 2016 yang lalu untuk mengisi aktivitasnya.

Namun, apa yang dikerjakannya juga membawakan manfaat lebih karena produk karyanya laku terjual.

"‎Ada aksesoris-aksesoris yang dijual, misalnya gantungan kunci Rp 5 ribu. Ada kalung batik dari Rp 25 ribu sampai Rp 50 ribu per buah," ujar dia.
‎‎
Devita menambahkan, untuk menghasilkan produk yang bagus membutuhkan latihan terus menerus. Sehingga kesulitan yang dialami saat proses pembuatan bisa berkurang.

"Saya masih tahap belajar, jadi masih agak sulit kalau buat dompet kecil apalagi yang bentuknya kerucut. Selain bahannya kecil perlu ketelatenan khusus," ujar dia. (*)

Penulis: raka f pujangga
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help