Mau Bayi Anda Aman, Pakai Kereta Bayi Anti Maling Buatan Mahasiswa Polines Ini

Pada semester 6 lalu, 5 mahasiswa Politeknik Negeri Semarang (Polines), membuat tugas akhir (TA) sebagai syarat kelulusan serta mengikuti wisuda.

Mau Bayi Anda Aman, Pakai Kereta Bayi Anti Maling Buatan Mahasiswa Polines Ini
Istimewa

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Deni Setiawan

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pada semester 6 lalu, 5 mahasiswa Politeknik Negeri Semarang (Polines), membuat tugas akhir (TA) sebagai syarat kelulusan serta mengikuti wisuda.

TA yang dibuatnya pun berbekal pada keprihatinan serta kegelisahan kondisi keamanan di wilayah pemukiman penduduk khususnya perkotaan. Dimana tak jarang aksi pencurian bayi.

Dari situ, mereka pun mencoba berkontribusi melalui pembuatan produk inovatif yang fungsi utamanya meminimalisir aksi pencurian bayi sekaligus mempermudah orangtua atau pihak pengasuh saat “momong” bayi,

Produk itu bernama Kereta Bayi Anti Maling atau disingkat Tabiat Maling Kepot. Sepintas, produk tersebut biasa-biasa saja atau tak berbeda jauh dengan kereta bayi yang dijual di pasaran.

Kereta bayi inovatif itu dirancang Naufal Agastia, Pramuditya Purba Aji, dan Enrico Maulana Wantoro. Ketiganya adalah mahasiswa Program Studi (Prodi) D3 Teknik Elektronika. Lalu dibantu Herlambang Dianisa Anggraheni (Prodi D3 Teknik Mesin) serta Novia Aulia Nor Fitryan (D3 Perbankan Syariah).

“Sekarang produk tersebut ditinggal sebagai kenang-kenangan, untuk contoh kepada para adik kelasnya. Kami juga kerap bawa dalam beragam pameran yang diikuti Polines,” kata Kaprodi D3 Teknik Elektronika Jurusan Teknik Elektro Polines Ilham Sayekti.

Ditemui Tribunjateng.com, Rabu (16/5/2018) sore di kantornya, Lingkungan Polines Kampus Tembalang Kota Semarang, Ilham bersama Suryono secara kebetulan pula merupakan dosen pendamping mereka.

“Dalam produk itu, disematkan teknologi gyro atau kemiringan. Ada 2 jenis produk itu yakni yang melalui aplikasi smartphone serta gelang yang telah ditanamkan teknologi tersebut untuk pengimplementasiannya digunakan pada pergelangan tangan,” tuturnya.

Secara sederhana, lanjut Ilham, kereta bayi itu dibuat menggunakan motor DC sebagai penggerak serta dikontrol melalui sensor accelerometer untuk mendeteksi kemiringan posisi tangan. Sehingga kereta bayi itu dapat bergerak maju, mundur, belok kiri, atau kanan.

“Gerakan otomatis itu dikarenakan ada modul pengontrol yang dikenakan pada pergelangan tangan --gelang-- dengan komunikasi Bluetooth HC-05 Mikrokontroller Arduino Nano dan Pro Mini sebagai pemroses sistem,” jelas Ilham.

Jadi, tandasnya, orangtua bayi bersangkutan ataupun pihak pengasuh tak perlu repot-repot mendorong kereta bayi tersebut atau secara manual. Cukup digerakkan melalui gelang yang telah dililitkan pada pergelangan tangan maupun melalui smartphone mereka.

“Secara prinsip, kereta bayi itu memiliki fitur keamanan tinggi yakni melalui sensor jarak --sensor ultrasonic dan proximity-- sebagai pendeteksi ataupun penghalang yang ada di depan kereta. Melalui teknologi itu, bisa dikendalikan hingga jarak 10 meter,” ucapnya.

Suryono --dosen Teknik Elektronika Polines-- menambahkan, pada kereta bayi itu juga dilengkapi sabuk pengaman yang hanya bisa dibuka melalui modul elektronik pada gelang atau aplikasi tersebut. Apabila dibuka paksa oleh seseorang, secara otomatis akan berbunyi alarm.

“Teknologi yang diciptakan itu bisa membawa beban paling banyak 15 kilogram. Kecepatannya bisa mencapai rata-rata 1 meter per detik. Dari teknologi serta produk tersebut, juga telah menghantarkan tim kami ikuti ajang Pimnas di Makassar pada 2017 silam,” terangnya. (deni setiawan)

Penulis: deni setiawan
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help