Melalui Situs-situs Inilah yang Dijadikan Teroris ISIS untuk Lancarkan Propagandanya

Mulai mengendurkan perlawanan di medan perang fisik, ISIS tetap pasang badan di banyak situs web populer.

Melalui Situs-situs Inilah yang Dijadikan Teroris ISIS untuk Lancarkan Propagandanya
dunia.rmol.co
Ilustrasi/ kelompok radikal ISIS 

TRIBUNJATENG.COM - Melalui beragam platform mereka menyusupkan paham-paham radikal, menjerumuskan banyak orang dan menebar teror di seluruh dunia

Mulai mengendurkan perlawanan di medan perang fisik, ISIS tetap pasang badan di banyak situs web populer.

Betapapun banyak perusahaan teknologi mulai menggalakkan pemberantasan total pada konten-konten sebaran mereka.

Selasa (15/5/2018) perusahaan yang bergerak di bidang pengamanan cyber, Flashpoint merilis laporan terbaru berisi media propaganda ISIS yang paling populer selama tiga tahun terakhir.

Media penyebaran itu, berdasarkan pengamatan Flaspoint, tidak banyak berubah dari tahun-tahun sebelumnya.

Para anggota ISIS masih aktif menggunakan situs-situs populer macam Google, Youtube, dan web pengarsipan, Internet Archive guna melancarkan propaganda-propaganda mereka.

Catatan media-media yang dimanfaatkan untuk propaganda ISIS
Catatan media-media yang dimanfaatkan untuk propaganda ISIS (Flashpoint)

Dari data yang dilansir Flashpoint, tampak Internet Archive masih menjadi web yang paling masif dan konsisten digunakan ISIS.

Internet Archive merupakan web yang berfungsi sebagai tempat pengarsipan online serupa Google Drive.

Para punggawa ISIS aktif menyimpan dan berbagi tautan pelbagai dokumen pada sesama anggotanya melalui web tersebut.

Seperti halnya Internet Archive, anggota ISIS juga masif menggunakan Google dan Youtube.

Ken Wolf, analis Flashpoint menuturkan ISIS secara teratur menggunakan layanan foto dan Google Drive untuk berbagi konten ektrim dan brutal.

Sementara itu, belum ada komentar lebih lanjut, baik dari pihak Internet Archive maupun Google terkait hal ini. Meski kedua web itu memiliki kebijakan penuh untuk menghapus konten-konten berbahaya tersebut. (*)

Editor: m nur huda
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help