Pejabat BPN Kota Semarang Didakwa Lakukan Pungli Pada Sidang Dakwaan

tindak pidana pungli, saat menjabat sebagai Kepala Sub Seksi Pemeliharaan Data Pertanahan, Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Semarang

Pejabat BPN Kota Semarang Didakwa Lakukan Pungli Pada Sidang Dakwaan
tribunjateng/do
windari BPN Kota Semarang ditahan di Lapas Bulu 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Hesty Imaniar

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Terdakwa Windari Rochmawati didakwa telah melakukan tindak pidana pungli, saat menjabat sebagai Kepala Sub Seksi Pemeliharaan Data Pertanahan, Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Semarang, di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (16/5/2018).

Dakwaan untuk Windari itu, dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Semarang, Zahri Aeniwati.

Jaksa, dalam dakwaannya, menyatakan, bahwa Windari telah menerima sekira 197 amplop, hasil dari pungli selama berkantor di BPN Semarang.

"Barang bukti amplop itu, merupakan hasil pemeriksaan penyidik, dimana diketahui dari amplop tersebut, terdakwa menerima uang sekira Rp 600 juta," kata, Zahri di hadapan Ketua Majelis Hakim, Ari Widodo.

Kemudian, JPU Zahri, mengatakan, bahwa terdakwa Windari didakwa dengan melanggar dan dijerat dengan Pasal 12 huruf (e) dan 11 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001, tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Mendengar dakwaan tersebut, Windari usai berkoordinasi dengan kuasa hukumnya, HD Djunaedi, menyatakan, bahwa tidak akan mengajukan nota keberatan (eksepsi) .

Meski demikian, Junaedi meminta kepada jaksa supaya memberitahukan daftar saksi yang akan diperiksa dalam sidang.

"Jika bisa yang mulia, kami minta jaksa memberi kami daftar saksi. Untuk kami bisa mempelajari perkara ini lebih lanjut," katanya.

Namun demikian, jaksa mengaku tidak bisa memenuhi permintaan itu, karena pihaknya sedang menyusun daftar saksi, yang akan diajukan ke persidangan.

Berdasarkan informasi sebelumnya, Kepala Sub Seksi Pemeliharaan Data Pertanahan, Kantor BPN Semarang, Windari Rochmawati dijadikan tersangka atas operasi tangkap tangan oleh Kejari Semarang, di Kantor Pertanahan Semarang.

Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap tersangka, Kepala Kejaksaan Negeri Semarang, Dwi Samudji, mengatakan pihaknya menemukan 116 amplop yang disimpan oleh Windari. Dari hasil pendalaman, lanjutnya, penyidik berhasil mengumpulkan barang bukti uang sekira Rp 600 juta.

Uang itu terpisah, Rp 498 juta ditemukan di kosan Windari. Sementara Rp 51 juta ditemukan di mobil Windari. Sedangkan uang Rp 35,9 juta ditemukan di tas di kantor BPN, tepatnya di ruang Windari.(*)

Penulis: hesty imaniar
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved