Ramadan 2018

Produksi Telur di Batang Melimpah, Kenaikan Harga Dipicu Meningkatnya Permintaan

Menjelang bulan suci Ramadan, kenaikan harga ayam dan telur terjadi hampir diseluruh wilayah Indonesia

Produksi Telur di Batang Melimpah, Kenaikan Harga Dipicu Meningkatnya Permintaan
Tribunjateng.com/Dina Indriani
Suasana pedagang ayam dan telur di Pasar Batang. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dina Indriani.

TRIBUNJATENG.COM,BATANG - Menjelang bulan suci Ramadan, kenaikan harga ayam dan telur  terjadi hampir diseluruh wilayah Indonesia.

Tak terkecuali di Kabupaten Batang, meski menjadi wilayah dengan hasil ternak ayam melimpah namun tetap terimbas akan kenaikan harga telur.

Kepala Dinas Kelautan, Perikanan dan Peternakan (Dislutanak) Sugiatmo melalui Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan, Endang Ulfiati mengatakan bahwa hingga saat ini kenaikan harga telur yang terjadi belum diketahui pemicu pastinya.

Diketahui harga ayam di pasaran saat ini mencapai Rp 35-40 Ribu perkilogram, sedangkan harga telur saat ini mencapai Rp 25 Ribu, harga tersebut naik berkisar Rp 5 -10 Ribu dari harga sebelumnya.

"Yang jelas kalau di Batang bukan dari produksinya, sebab tidak ada temuan atau keluhan penyakit, dan tidak ada laporan penurunan produktifitas, justru dari hasil ternak di Batang sendiri melimpah justru surplus (berlebih), nah itu sampai saat ini belum diketahui pemicu naiknya harga penyebabnya apa, karna bukan hanya di Batang saja tapi hampir diseluruh wilayah Indonesia," terangnya kepada Tribunjateng.com, Rabu (16/5/2018).

Meski hasil ternak di Batang melimpah, Endang mengatakan harga telur dan ayam di pasaran tetap ikut naik.

"Walaupun telur dan ayam surplus, tak membuat harga telur atau ayam juga turun untuk saat ini, harga menyesuaikan dan memang dalam 6 bulan terakhir harga telur sedang tinggi," tuturnya.

Menurutnya kenaikan harga yang terjadi menjelang Ramadan ini banyak faktor namun kemungkinan besar karena kebutuhan meningkat hingga lebaran.

"Mungkin karena kebutuhan meningkat jelang ramadan ini, perkiraan hingga lebaran peningkatannya cukup signifikan sehingga bisa jadi itu yang mempengaruhi harga, sehingga kenaikan naik murni karna permintaan naik" tuturnya.

Dari data Dislutanak Kabupaten Batang, Produksi telur ayam ras setiap tahunnya mencapa 6.854.970 kilogram, capaian tersebut sudah mencapai angka cukup bahkan berlebih dari kebutuhan konsumsi telur di Batang.

Sedangkan untuk konsumsi daging ayam ras setiap tahunnya mencapai 11.650.300 kilogram, kebutuhan dagingnya 5.357.055 kilogram, sehingga ada kelebihan sekitar 6.293.245 kg pertahunnya. (*)

Penulis: dina indriani
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help