Rentetan Teror Surabaya Hingga Riau, Kopassus Ikut Buru Kelompok Teroris

Komando Pasukan Khusus (Kopassus) akhirnya turun tangan untuk menangani aksi terorisme di Indonesia.

Rentetan Teror Surabaya Hingga Riau, Kopassus Ikut Buru Kelompok Teroris
ISTIMEWA
Danjen Kopassus ke-29 Mayjen TNI Madsuni dan Danjen Kopassus yang baru Mayjen TNI Eko Margiyono diarak oleh para prajurit Kopassus selepas upacara serah terima jabatan di lapangan Mako Kopassus, Cijantung, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Jumat (23/3/2018). 

Dia menambahkan, "Kita akan hantam terus, kita akan kejar terus. Di beberapa daerah lain juga sudah bergerak."

Jokowi Perintahkan TNI Bantu Polisi

Presiden Joko Widodo menginstruksikan TNI membantu Polri demi mengatasi aksi terorisme.

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan, berdasarkan perintah Presiden itu, Polri akan dibantu satuan TNI demi memberantas terorisme.

Menurut Moeldoko, Satuan TNI yang dikerahkan tergantung dari kebutuhan Polri.

Bisa nanti pengerahan Badan Intelijen Strategis untuk membantu intelijen dari kepolisian. Bahkan secara represif bisa menggunakan Satuan Gultor (Satuan 81) telah disiapkan," kata Moeldoko di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan, Senin (14/5/2018).

Moeldoko menerangkan, tidak akan terjadi tumpang tindih kewenangan antara Polri dan TNI.

Menurutnya, TNI tetap berada di belakang Polri untuk memperkuat penanganan terorisme.

"Justru yang tetap yang di depan adalah kepolisian, TNI memberi perkuatan. Dikolaborasikan dalam menangani sebuah persoalan yang sama. Intinya di situ," jelas Moeldoko.

Bom bunuh diri terjadi di tiga gereja di Surabaya, Jawa Timur, kemarin.

Aksi teror itu, direncanakan dan dilakukan oleh satu keluarga.

Bom meledak secara beruntun.

Bom pertama di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela sekira pukul 06.30.

Berikutnya di Gereja Kristen Indonesia sekira pukul 07.15.

Terakhir di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya 07.53.

Peristiwa itu menyebabkan sebanyak 13 orang tewas dan 45 anggota jemaat gereja terluka. (Tribunjakarta.com) 

Tags
kopassus
Editor: galih permadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help