WELEH! Penumpang Pesawat Lion Air Mengaku Teroris dan Bawa Bom, Inilah Akibatnya

Seorang penumpang Lion Air, berinisial DB diamankan pihak Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru karena mengaku teroris.

WELEH! Penumpang Pesawat Lion Air Mengaku Teroris dan Bawa Bom, Inilah Akibatnya
kompas.com
Pesawat Lion Air terparkir di airside Terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Kamis (12/5/2016). 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA -- Seorang penumpang Lion Air, berinisial DB diamankan pihak Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru karena mengaku teroris.

Penumpang pria yang akan melakukan perjalanan dengan rute Riau ke Jakarta itu juga mengaku membawa bom di dalam tasnya.

Baca: Inilah Identitas Empat Terduga Teroris Si Penyerang Mapolda Riau

Pihak Lion Air, melalui Corporate Communications Strategic, Danang Mandala Prihantoro, menjabarkan pria tersebut mengungkapkan hal tersebut kepada pramugari saat masuk ke pesawat menuju bangkunya yang berada di seat 9C.

"Ketika dalam proses boarding, saat masuk ke pesawat, DB mengaku kepada salah satu awak kabin (flight attendant/ FA) sebagai seorang teroris dan membawa bom dalam tas," kata Danang, di Jakarta, Rabu (16/5/2018).

Kemudian pesawat dengan nomor JT 291 itupun kembali ke terminal untuk melakukan pengecekan ulang baik barang yang dibawa maupun kepada 200 penumpang sesuai dengan standar penanganan ancaman bom.

Setelah pengecekan tidak ditemukan adanya bom atau benda lainnya yang mencurigakan.

"Hasilnya adalah tidak ditemukan barang bukti berupa bom dan benda lain yang mencurigakan, yang dapat berpotensi mengancam keselamatan dan keamanan penerbangan," ungkap Danang.

Lion Air JT 291 pun telah diberangkatkan yang mengalami penundaan menjadi pukul15.54 WIB dari jadwal penerbangan semula pukul 13.35 WIB dan mendarat di Cengkareng pada 17.22 WIB.

Sedangkan pria berinisial DB itu diturunkan bersama dengan barang bawaannya dan diserahkan kepada pihak keamanan bandara.

"Lion Air telah menyerahkan DB ke avsec airlines, avsec Angkasa Pura II cabang Pekanbaru, otoritas bandar udara serta pihak berwenang untuk dilakukan proses penanganan lebih lanjut," kata Danang. (*)

Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help