HOROR! Dokter Penembak Istri Ini Mengaku Dikejar Setan Merah Sebelum Menyerahkan Diri pada Polisi

Dalam kesaksiannya, Jakariah menyebut saat menyerahkan diri dokter Helmy terlihat seperti orang stres dan nampak sangat ketakutan.

HOROR! Dokter Penembak Istri Ini Mengaku Dikejar Setan Merah Sebelum Menyerahkan Diri pada Polisi
TRIBUNJAKARTA.COM/ DIONISIUS ARYA BIMA SUCI
Tiga orang saksi dari kepolisian yang dihadirkan oleh JPU, yakni Aiptu Jakariah (paling kiri), Brigpol Purwanto, dan Brigpol I Kadek Aryana dalam kasus pembunuhan dokter Letty Sultri, Kamis (17/5/2018). 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Aiptu Jakariah dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) sebagai saksi dalam sidang lanjutan kasus pembunuhan seorang dokter di Cawang, Jakarta Timur.

Dalam kesaksiannya, Jakariah menyebut saat menyerahkan diri dokter Helmy terlihat seperti orang stres dan nampak sangat ketakutan.

"Saat datang menyerahkan diri, dia seperti orang stres, terlihat ketakutan," ucap anggota Subdit Jatanras Polda Metro Jaya (PMJ) dalam persidangan tersebut, Kamis (17/5/2018).

Baca: Teroris Digerebek Bersama Istri Kedua, Istri Pertama Mengaku Tak Tahu Kapan Nikahnya

Lebih lanjut ia menjelaskan, berulang kali dokter Helmy mengatakan ada yang mengikuti dan mengejar-ngejarnya sehingga ia memutuskan untuk menyerahkan diri kepada Polda Metro Jaya.

"Dia berulang kali bilang dikejar-kejar setan merah, makanya dia menyerahkan diri ke Polda," kata Jakariah.

Kemudian, anggota kepolisian berusia 43 tahun tersebut berusaha menenangkan dokter Helmy dan menyuruhnya cerita perlahan-lahan apa yang terjadi.

Baca: WADUH! Perawat Ini Posting Status SARA Terkait Tragedi Bom, Inilah Akibatnya

"Pertama saya coba tenangkan dulu, saya bilang disini sudah aman, coba ceritakan apa yang terjadi, ternyata dia cerita habis menembak orang di daerah Cawang sebanyak enam kali," ujarnya.

Setelah mendengar cerita tersebut, kemudian ia langsung mencari alamat dan nomor telepon klinik yang menjadi lokasi penembakan tersebut.

"Saya langsung coba cari alamat dan kontak klinik Az-Zahra di internet, kemudian saya konfirmasi ternyata benar ada penembakan," ucap dia.

Saat itu, Jakariah belum mengetahui siapa orang yang ditembak dokter Helmy.

Halaman
12
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help