Teror Mapolda Riau

Hubungan Kerusuhan Mako Brimob dengan Serangan Teror di Mapolda Riau

"Ada dua orang dari Sumsel dan empat dari Riau, mereka sudah datang ke Mako (Brimob). Namun karena Mako sudah kondusif, mereka pulang,"

Hubungan Kerusuhan Mako Brimob dengan Serangan Teror di Mapolda Riau
tribunnews.com
Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Setyo Wasisto 

TRIBUNJATENG.COM - Sebanyak empat teroris yang tewas ditembak saat menyerang Polda Riau, Rabu (16/5), ternyata sempat hendak melakukan aksi di Mako Brimob di Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.

Mereka membatalkan rencana penyerangan Mako Brimob dan kembali ke Pekanbaru karena polisi berhasil mengendalikan suasana.

Selain empat teroris tersebut ada dua orang lainnya dari Sumatera Selatan yang juga berniat menyerbu Mako Brimob.

Anggota Polisi berjaga di Mako Brimob
Anggota Polisi berjaga di Mako Brimob (Tribun Jakarta)

Mereka datang ke Depok terkait aksi 156 orang narapidana dan tahanan kasus terorisme yang menguasai rumah tahanan negara (rutan) Mako Brimob pada Selasa (8/5) hingga Kamis.

Dalam aksi itu para narapidana dan tahanan sempat melakukan siaran live menggunakan handphone sehingga anggota kelompok mereka yang ada di luar terpicu ikut membantu.

"Ada dua orang dari Sumsel dan empat dari Riau, mereka sudah datang ke Mako (Brimob). Namun karena Mako sudah kondusif, mereka pulang," ujar Kadiv Humas Polri Ijen Pol Setyo Wasisto di Mabes Polri, Jakarta, Rabu.

Dalam perjalanan pulang tersebut, dua orang berinisial H alias Abdurrahman dan Hengki alias Abu Ansor ditangkap di Sumsel. Sedangkan empat orang dari Riau melancarkan serangan ke Polda Riau dan tewas ditembak.

Untuk mengungkap kasus itu lebih dalam Polres Dumai menggeledah rumah orangtua Adi Sufiyan, pelaku yang tewas di Polda Riau. Polisi menyita sejumlah buku dari rumah di Jalan Pendowo, Kelurahan Bukit Batreem, Kecamatan Dumai Timur, Kota Dumai, tersebut.

Polisi juga membawa keluarga Adi untuk dimintai keterangan. Satu yang jadi perhatian yakni rumah Mursalim alias Pak Ngah. Di rumah itu polisi mendapati sejumlah senjata.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen M Iqbal saat memberikan keterangan pada awal media yang meliput tak jauh dari gerbang Mako Brimob, Rabu (9/5/2018).(KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO)
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen M Iqbal saat memberikan keterangan pada awal media yang meliput tak jauh dari gerbang Mako Brimob, Rabu (9/5/2018).(KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO) ()

Selama satu jam polisi menggeledah gubuk kayu milik Pak Ngah di Kelurahan Mundam, Kecamatan Medang Kampai, Kota Dumai.

Gubuk kayu berada di tengah rimbun perkebunan sawit Jalan Santri As Sakinah. Polisi tampak membawa barang bukti berupa senjata, di antaranya senapan angin, pistol rakitan, senjata tajam, dan busur panah.

Kapolres Dumai, AKBP Restika PN, mengakui penggeledahan itu merupakan pengembangan terhadap aksi teror yang terjadi di Polda Riau. Personel polres juga menyebar di sejumlah lokasi yang diduga kediaman teroris lainnya. (tribunnetwork/tribunpekanbaru/dit/tim)

Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved