Mantan Komandan NII Ingatkan Modus Teroris Baru di Indonesia Lewat Sosial Media

Menurut Ken, kejahatan bom dan teror beruntun ini berasal dari kerusuhan di Markas Komando Brimob, Depok, Jawa Barat.

Mantan Komandan NII Ingatkan Modus Teroris Baru di Indonesia Lewat Sosial Media
Ilustrasi teroris 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Kejahatan terorisme marak di sejumlah wilayah di Indonesia. 

Diawali dari Mako Brimob Kelapa Dua, berlanjut di Surabaya, Sidoarjo, dan Riau.

Mantan Komandan Negara Islam Indonesia Ken Setiawan sekaligus pendiri NII Crisis Center mengatakan, rentetan kejahatan terorisme yang terjadi selama dua pekan terakhir ada yang direncanakan dan acak.

Menurut Ken, kejahatan bom dan teror beruntun ini berasal dari kerusuhan di Markas Komando Brimob, Depok, Jawa Barat.

Baca: HOROR! Reporter Ini Dikunci di Rumah Sakit Jiwa Selama 10 Hari, Para Dokter Pun Terkejut

Teror merembet ke sejumlah daerah, misal rentetan bom di Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur.

28 orang tewas dan 57 orang terluka dalam peristiwa tersebut.

Para pelaku kejahatan bom dan teror, ucap Ken, memanfaatkan media sosial semisal YouTube sebagai ajang memperkuat iman mereka.

Baca: HOROR! Dokter Penembak Istri Ini Mengaku Dikejar Setan Merah Sebelum Menyerahkan Diri pada Polisi

"Termasuk dengan metode-metode membuat aksi bom," ujar Ken saat dihubungi Tribunnews, Kamis (17/5/2018).

Paham-paham radikal tersebar melalui ranah media sosial.

Melalui broadcast-broadcast di grup-grup WhatsApp.

Baca: Miliki Rumah Megah Bak Istana, Nia Ramadhani Sampai Tidak Tahu Letak Barang-Barang Ini

Halaman
12
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help