Ramadan 2018

Mengintip Tarawih Pertama Korban Gempa Kalibening, Banjarnegara, Imam Masjid Sampai Terharu

Bangunan rumah boleh saja hancur, harta benda lenyap, namun iman tak boleh ikut remuk karena musibah gempa

Mengintip Tarawih Pertama Korban Gempa Kalibening, Banjarnegara, Imam Masjid Sampai Terharu
Tribunjateng.com/Khoirul Muzaki
Warga korban gempa berjamaah di masjid dusun Gunungtawang desa Kertosari Kalibening, Banjarnegara. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng Khoirul Muzakki

TRIBUNJATENG.COM, BANJARNEGARA - Bangunan rumah boleh saja hancur, harta benda lenyap, namun iman tak boleh ikut remuk karena musibah gempa.

Duka masih menyelimuti warga dusun Kebakalan Desa Kertosari Kalibening yang terpuruk karena gempa.

Sebulan sejak gempa berkekuatan 4,4 SR meluluhlantakkan dusun mereka, (18/4), warga kini masih menetap di tenda-tenda pengungsian.

Tetapi mereka tetap bersemangat menyambut bulan suci Ramadan. Menjalani puasa tahun ini barangkali lebih berat bagi mereka di banding tahun sebelumnya.

Tidak ada menu buka atau sahur istimewa yang disantap sekeluarga. Seratusan KK di dusun ini harus rela tinggal berkoloni di dalam tenda, serta menyantap makanan ala kadarnya beramai-ramai.

Tetapi di lain sisi, kondisi sulit itu membuat mereka lebih mudah mendekatkan diri pada Ilahi.

Rabu malam, (16/5/2018), adalah malam yang menggembirakan bagi umat Islam di dusun Kebakalan. Mereka bisa kembali melaksanakan salat tarawih berjamaah sebelum esok hari berpuasa.

Masjid dusun Kebakalan tak luput dari dampak gempa. Beberapa bagian bangunan rusak atau retak karena guncangan gempa.

Puing-pung yang berserak di lantai masjid dibersihkan. Karpet masjid kembali digelar untuk alas salat. Warga seakan tak peduli dengan kondisi bangunan masjid yang mengkhawatirkan. Para pengungsi berbondong-bondong meninggalkan tenda untuk menyatu di dalam masjid.

Halaman
123
Penulis: khoirul muzaki
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help