Ramadan 2018

Napi Teroris di Nusakambangan Minta Kurma dan Madu serta Kelonggaran Waktu Ibadah

Napi Teroris di Nusakambangan Minta Kurma dan Madu serta Kelonggaran Waktu Ibadah. Demikian dikatakan Tim Pengacara Muslim

Napi Teroris di Nusakambangan Minta Kurma dan Madu serta Kelonggaran Waktu Ibadah
tribunjateng/hermawan endra
Suasana Pengamanan di Dermaga Wijaya Pura di Cilacap 

Laporan Wartawan Tribun Jateng Khoirul Muzakki

TRIBUNJATENG.COM, CILACAP- Tim Pengacara Muslim (TPM) berharap Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) mau memfasilitasi narapidana kasus terorisme di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Nusakambangan selama bulan suci Ramadan.

Selama menjalankan ibadah puasa, para napi teroris biasanya punya kebutuhan makanan khusus.

Menurut Koordinator TPM, Achmad Michdan, para napi terbiasa mengonsumsi kurma dan madu sebagai makanan pembuka saat berbuka puasa.

Pihaknya pun telah menyediakan stok kurma dan madu dalam jumlah besar untuk memenuhi kebutuhan para napi kasus terorisme di Nusakambangan.

Pihaknya tinggal meminta izin dari Dirjen PAS untuk mengirimkan makanan itu ke Nusakambangan.

Selain kemudahan soal suplai makanan khusus, Michdan meminta agar para napi diberi kelonggaran dalam menjalankan ibadahnya, termasuk untuk mengikuti salat berjamaah.

"Biasanya kami kirim kurma dan madu dalam jumlah besar, itu agar bisa difasilitasi," katanya, Kamis (17/5).

Selain soal makanan, Michdan berharap agar pihak Lapas memberi kelonggaran waktu bagi napi di Nusakambangan untuk bertemu dengan keluarganya.

Mereka selama ini kerap diberi waktu singkat untuk bertemu karena ada antrean.

Halaman
1234
Penulis: mamdukh adi priyanto
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved