PAD Parkir Umum Banyak Kebocoran, Ketua DPRD Kota Semarang Usulkan Sistem Parkir Berlangganan

Retribusi parkir umum sebenarnya merupakan pos primadona untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Semarang.

PAD Parkir Umum Banyak Kebocoran, Ketua DPRD Kota Semarang Usulkan Sistem Parkir Berlangganan
TRIBUN JATENG/RIFQI GOZALI
Ilustrasi parkir 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Retribusi parkir umum sebenarnya merupakan pos primadona untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Semarang. Namun karena kebocoran penerimaan retribusi parkir yang besar, sehingga penerimaan restribusi tidak mencapai target.

Ketua DPRD Kota Semarang, Supriyadi mengatakan, sektor parkir umum ditargetkan menyumbang PAD Rp 4 miliar pada 2017 lalu. Hanya saja, target tersebut tidak tercapai dan hanya mampu menyumbang Rp 2,5 miliar saja.

"Realisasinya masih terjadi kebocoran yang besar. Parkir umum yang sangat berpotensi itu justru tidak mencapai target penerimaan untuk PAD," kata Supriyadi, di gedung DPRD Kota Semarang, Kamis (17/5/2018).

Supriyadi mengusulkan agar Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang memberlakukan sistem parkir berlangganan. Dengan sistem tersebut maka nantinya akan memutus mata rantai penerimaan retribusi parkir mulai dari juru parkir, pemilik area parkir, petugas penarik retribusi baru.

"Kalau diberlakukan parkir berlangganan, saya optimistis PAD dari parkir umum bisa mencapai Rp 20 miliar dalam setahun," ucapnya.

Ia menjelaskan, dengan sistem parkir berlangganan nantinya diterapkan bagi pemilik kendaraan asli Kota Semarang. Setiap warga Semarang yang memiliki kendaraan cukup membayar sekali saja biaya parkir dalam setahun. Pembayaran tersebut dibarengkan dengan pembayaran pajak kendaraan.

"Kalau begitu kan warga tidak perlu repot harus bayar parkir terus menerus setiap parkir. Ini hanya untuk parkir umum, harus dibedakan dengan parkir khusus," tambahnya.

Kebocoran retribusi parkir ini sudah menjadi sorotan kalangan DPRD Kota Semarang sejak lama. Pasalnya, retribusi parkir umum memiliki potensi yang sangat besar dalam menyumbang penerimaan PAD. Namun justru tidak mencapai target tiap tahunnya.

Supriyadi merinci, di Kota Semarang ada sedikitnya 1 juta sepeda motor dan 500.000 mobil. Dalam satu hari, jika satu sepeda motor ditarik retribusi Rp 1.000 untuk sekali parkir maka sudah ada penerimaan Rp 1 miliar. Sedangkan retribusi untuk mobil Rp 2.000, maka sudah ada penerimaan Rp 1 miliar.

"Itu baru satu hari, kalau satu bulan tinggal dikalikan 30 hari. Hasilnya sangat besar," urainya. (Nal)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help