Sebelum Dibawa Ke Rumah Sakit, KH Bukhori Masruri Sempat Berobat Dulu Ke Dokter

Sebelum tutup usia, KH Bukhori Masruri sempat mengeluh sesak nafas dan suhu badannya meninggi

Sebelum Dibawa Ke Rumah Sakit, KH Bukhori Masruri Sempat Berobat Dulu Ke Dokter
bare kingkin kinamu
Detik-detik KH Bukhori Masruri hendak disalatkan, Kamis (17/5/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Bare Kingkin Kinamu

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sebelum tutup usia, KH Bukhori Masruri sempat mengeluh sesak nafas dan suhu badannya meninggi.
Kiai yang sering disebut sebagai seniman oleh beberapa GP Anshor di Semarang ini telah tutup usia pukul 08.30 WIB di RS Sultan Agung, Kamis (17/5/2018).

Hal tersebut diungkapkan oleh anak pertama KH Bukhori Masruri, Ahmad Ali Haidar.

"Bapak hari Jumat sudah sesak nafas, suhu badannya ya tinggi. Bapak teng dokter riyen nggih? (Bapak ke dokter dulu saja ya)," jelas Ahmad Ali Haidar kala itu.

KH Bukhori Masruri akhirnya ke dokter. Namun keadaannya semakin memburuk.

"Dua tahun lalu sebenarnya bapak pernah kena struk. Namun berangsur-angsur membaik, ya, tetap beraktifitas beliau. Jauh sebelum kena struk bapak ada kelainan jantung. Kalau kecapekan ya pasti tumbang," jelas anak pertama KH Bukhori Masruri, Ahmad Ali Haidar, kepada Tribunjateng.com.

Sehari-hari KH Bukhori Masruri sering memberi ceramah di Masjid.

Ia juga menciptakan hampir sebagiab besar lagu grup Nasida Ria.

Usia telah membuat fisiknya menyerah melihat dunia lebih lama lagi, hari ini jazadnya dikembumikan di pemakaman Sanonoloyo pukul 14.30 WIB.

Meski sempat hujan sebentar, usai disalatkan prosesi pemakaman berjalan lancar.

KH Bukhori Masruri meninggalkan tujuh anak yakni Ahmad Ali Haidar, Muhammad Najib, Muhammad Fuad, Afifah Emi Robi, Muhammad Agus Salim, Sofia Mahsunah, dan Nabila.

Selain itu KH Bukhori Masruri juga meninggalkan 13 cucu.

Dari keterangan sebagian besar kerabat KH Bukhuri Masruri merupakan sosok yang disiplin dan taat pada agama.

"Semoga beliau husnul khotimah, selamat jalan Bapak, terima kasih telah membesarkan dan mendidik kami hingga seperti ini," jelas Haidar.

Terlihat beberapa pelayat khusuk mendoakan, terdengar juga sesenggukkan dari beberapa sanak saudara yang tak kuat menahan air mata.
Selamat jalan KH Bukhori Masruri, karyamu melalui syair-syair Nasida Ria abadi. (*)

Penulis: Bare Kingkin Kinamu
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help