Pembangunan Taman Indonesia Kaya sudah 80 Persen, Bagaimana dengan Ikon Tahu Gimbal?

Progres pembangunan Taman Indonesia Kaya yang terletak di Taman Menteri Supeno atau Taman KB, Kota Semarang, saat ini sudah 80 persen.

Pembangunan Taman Indonesia Kaya sudah 80 Persen, Bagaimana dengan Ikon Tahu Gimbal?
tribun jateng/dok
Warung makan tahu gimbal khas Semarang di Taman KB sebelum dibangun Taman Indonesia Kaya 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Progres pembangunan Taman Indonesia Kaya yang terletak di Taman Menteri Supeno atau Taman KB, Kota Semarang, saat ini sudah mencapai 80 persen.

Dinas Perdagangan Kota Semarang nantinya tetap akan menempatkan para pedagang kaki lima (PKL) di trotoar Jalan Pandanaran II meski banyak mendapat protes dari berbagai kalangan.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto mengatakan, penempatan PKL di ruas jalan Pandanaran II merupakan keputusan terbaik. Pasalnya keberadaan PKL Taman KB sudah diatur dalam Surat Keputusan (SK) Wali Kota Semarang.

"Jadi kami tidak bisa memindah mereka ke tempat lain karena sudah diatur SK Wali Kota Semarang. Tujuannya agar ikon kuliner tahu gimbal itu tidak hilang," kata Fajar di kantornya, Kamis (17/5).

Penempatan PKL di jalan Pandanaran II yang ruas jalannya cukup sempit dikhawatirkan akan mengganggu lalu lintas atau bahkan menyebabkan kecelakaan. Terkait hal itu, Fajar menuturkan, telah meminta Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang untuk melakukan rekayasa lalu lintas.
"Jadi nanti PKL itu kami tempatkan semua di Pandanaran II. Kemudian jalan akan ditutup khusus untuk jualan PKL atau mekanismenya bagaimana tergantung kajian Dishub," ujarnya.

Untuk sementara ini, PKL tetap berjualan di tepi jalan menggunakan tenda-tenda seadanya. Untuk meringankan beban para PKL, Dinas Perdagangan telah memintakan bantuan ke Kementerian Perdagangan berupa tenda dan coolbox agar bisa dipakai untuk berjualan PKL.

Tenda-tenda tersebut telah diserahkan kepada para PKL beberapa waktu lalu. Saat ini para PKL telah memasang tenda dan coolbox tersebut sebagai tenda tambahan berjualan.

"Bantuan yang kami berikan ada 42 tenda untuk PKL Taman KB dan 30 coolbox untuk PKL Batan Selatan. Bantuan tenda ini sebagaimana janji kami supaya mereka bisa berjualan dengan nyaman. Kita bukan memberikan fasilitas karena sudah direlokasi kami berikan fasilitas ini agar jagan sampai mereka terlantar," paparnya.

Para PKL Taman Menteri Supeno atau Taman KB merasa senang usai menerima bantuan tenda dan coolbox yang bisa dipakai untuk berjualan selama proses pembangunan Taman Indonesia Kaya masih berlangsung.

Perwakilan Paguyuban PKL Taman KB, Sri Purwanto mengatakan, usai kios PKL dibongkar seiring pembangunan Taman Indonesia Kaya, para PKL berjualan di tepi jalan menggunakan tenda seadanya. Kondisi tersebut membuat para PKL dan pembeli tidak nyaman.

"Kami merasa senang dapat bantuan tenda. Meski ukurannya sebenarnya kurang memadai, tapi setidaknya tenda itu bisa kami pakai untuk berjualan," kata Purwanto.

Usai pembangunan Taman Indonesia Kaya selesai, para PKL nanti akan ditempatkan di jalan Pandanaran II. Purwanto menyesalkan para PKL tidak pernah diajak bicara mengenai kebijakan penempatan di jalan tersebut.

"Dari dulu memang begitu. Kami inginnya diajak ngomong agar tahu bagaimana keinginan kami. Kalau pun nanti tetap ditempatkan di Pandanaran II, kami minta jalan ditutup," pintanya.
Jika jalan Pandanaran II tidak ditutup, Purwanto khawatir selain membahayakan pembeli karena lalulintas yang padat, juga akan membuat makanan menjadi kotor dan bersebu. Hal itu disebabkan debu jalan yang beterbangan karena kendaraan yang melintas. (tribunjateng/cetak/nal)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help