KASUS NARKOBA

Pengedar Sabu Komuniksi dengan Napi Nusakambangan lewat WA

Jajaran Satuan Reserse Narkoba, Polres Demak, meringkus enam pelaku penyalahgunaan narkoba jenis sabu. Masing-masing pelaku berpera

Pengedar Sabu Komuniksi dengan Napi Nusakambangan lewat WA
tribunjateng/dok
ilustrasi 

TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Jajaran Satuan Reserse Narkoba, Polres Demak, meringkus enam pelaku penyalahgunaan narkoba jenis sabu. Masing-masing pelaku berperan sebagai pengedar, pemakai, dan perantara.

Seorang pelaku, Joko Setiawan (32), warga Desa Kebonbatur, Kecamatan Mranggen, Demak, merupakan pengedar sabu yang lama jadi incaran polisi. Dari tangan Joko, polisi mengamankan 27 paket sabu siap edar, tujuh buah pipa kaca, dua buah bong (alat isap sabu), enam buah potongan sedotan, dua buah telepon selular, serta empat korek api gas.

Kepada polisi, tersangka Joko alias Jack, mengaku mendapatkan barang haram tersebut dari sahabatnya yang masih mendekam di Lapas Nusakambangan. "Barangnya (sabu) dari teman di LP Nusakambangan. Saya berteman saat di LP Kedungpane Semarang. Saya bebas, dia pindah ke Nusakambangan," kata Joko di Mapolres Demak, Kamis (17/5).

Napi LP Nusakambangan tersebut berinisial W alias Gering, yang dikenal sebagai bandar sabu. Ia bertransaksi dengan W melalui pesan Whatsapp menggunakan sandi khusus. Dalam setiap transaksi, Joko mengambil 30 paket. Satu paket berisi satu gram yang ia beli Rp 900 ribu.

Ia kemudian menjual kepada pelanggannya Rp 1,2 juta. "Sudah tiga kali transaksi, semuanya lewat Whatsapp. Dalam dua minggu, 30 paket habis, Mas. Untungnya Rp 9 juta, buat kebutuhan sehari-hari," tuturnya.

Wakapolres Demak, Kompol Ibnu Bagus Santosa menyatakan, tersangka ditangkap di rumahnya berikut barang bukti paket sabu. Tertangkapnya Joko, berawal dari informasi masyarakat yang menyebut di Kecamatan Mranggen, sering terjadi transaksi jual beli sabu.

"Saat diringkus, kita temukan 27 paket sabu, 3 paket sudah dijual, " kata Ibnu. "Sabu ini di jual ke pelanggan yang masuk jaringannya. Joko ini punya jaringan tertutup yang sudah tersistematis," lanjutnya.

Kasat Reserse Narkoba Polres Demak, AKP Paryudi menambahkan, selain pengedar sabu, anggotanya juga berhasil meringkus seorang kurir sabu, T (17), warga Desa Kebonbatur, Kecamatan Mranggen, Demak. Dari tangan tersangka, polisi mengamankan satu paket sabu yang disimpan dalam bungkus rokok. "Setiap kali mengantar paketan (sabu). Tersangka Taufiq ini mendapat upah Rp 50.000," ungkapnya.

Sementara itu, empat tersangaka narkoba lainnya, ditangkap polisi saat asyik berjudi dan pesta sabu di sebuah rumah di Desa Pilangrejo, Kecamatan Wonosalam, Demak. Mereka antara lain, S (49), S (37), M (38), dan KEK (32).

Tersangka KEK merupakan mantan anggota polisi yang diberhentikan dengan tidak hormat. Adapun barang bukti yang berhasil diamankan yakni dua paket sabu, enam pipa kaca bekas sabu serta dua buah bong.

"Mereka ini mengaku pakai sabu biar tahan 'melek' (begadang) dan kuat berjudi sampai pagi," bebernya. Enam tersangka penyalahgunaan narkoba itu, kini harus mendekam di sel tahanan Polres Demak, guna mempertanggungjawabkan perbuatannya. (tribunjateng/cetak/kps)

Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help