Home »

PSIS

PSIS Semarang Dihadapkan Masalah Klasik

PSIS Semarang secara mengejutkan takluk dari tamunya PS Tira, dengan skor 0-2, dalam laga yang digelar di Stadion Moch Soebroto, Kamis (17/5) malam.

PSIS Semarang Dihadapkan Masalah Klasik
franciskus ariel setiaputra
CEO PSIS, Yoyok Sukawi (Kanan), bersama GM PSIS, Wahyu 'Liluk' Winarto saat berada di Stadion Moch Soebroto, Magelang (17/5/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, F Ariel Setiaputra

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - PSIS Semarang secara mengejutkan takluk dari tamunya PS Tira, dengan skor 0-2, dalam laga yang digelar di Stadion Moch Soebroto, Kamis (17/5) malam.

Berulang kali melakukan upaya serangan ke jantung pertahanan The Army, julukan PS Tira, PSIS justru gagal mencetak satu golpun.

Sebaliknya, PS Tira yang bermain lebih efektif, secara sporadis mengancam gawang Jandia Eka Putra melalui pergerakan Wawan Febriyanto dan Alexander Rakic.

Mental pemain PSIS benar-benar menurun, ketika Alexander Rakic mengubah skor di menit 65, kemudian menambah gol lagi di menit 76.

Kekalahan tersebut membuat PSIS dipastikan tetap berada di zona merah hingga pekan kesembilan.

Dari total sembilan laga itu, PSIS mengemas delapan poin, dan sudah mengalami lima kali kekalahan.

CEO PSIS, Yoyok Sukawi mengatakan pasca kekalahan tersebut, pihaknya melakukan evaluasi menyeluruh. Ia juga sudah mengantongi kelemahan dan kelebihan pemain PSIS.

Menurutnya, PSIS masih dihadapkan dengan masalah klasik, yaitu lengah dan kurang konsentrasi di sektor pertahanan.

"Penyakit lama PSIS itu masih menghinggapi. Kalau kena serangan balik itu anak-anak panik. Itu yang harus kami perbaiki. Kami banyak evaluasi, tentu saja penilaian masing-masing pemain saya sudah banyak mengantongi kelemahan dan kelebihannya untuk jadi bahan evaluasi nanti di putaran kedua," kata Yoyok, Jumat (18/5/3018).

Senada dengan Yoyok, manajer PSIS, Setyo Agung Nugroho juga membenarkan, sejauh ini problem PSIS ada di barisan pertahanan.

"Masalah klasik PSIS itu kesulitan mencetak gol meskipun banyak peluang, tapi gampang kebobolan. Tidak hanya di Liga 1, di Liga 2 dan di musim-musim sebelumnya juga sering seperti itu" kata Agung, terpisah.

Hingga pekan kesembilan, total PSIS sudah kemasukan 16 gol, dan baru mencetak sepuluh gol. (*)

Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help