Ramadan 2018

Warga Suruh Andalkan Pasar Bukan untuk Cari Menu Buka Puasa

Sudah sekitar sepuluh tahun terakhir, situasi di Dusun Kauman Desa Suruh, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang saat sore di bulan Ramadan ramai.

Warga Suruh Andalkan Pasar Bukan untuk Cari Menu Buka Puasa
ponco wiyono

Laporan wartawan Tribun Jateng, Ponco Wiyono

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Sudah sekitar sepuluh tahun terakhir, situasi di Dusun Kauman Desa Suruh, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang saat sore di bulan Ramadan ramai. Atas inisiatif kelompok pemuda setempat, gang utama di dusun tersebut disulao menjadi pasar dadakan, mereka menyebutnya sebagai Pasar Bukan.

Ditilik dari namanya, pasar ini memang menyediakan aneka sajian untuk buka puasa. Menurut salah satu pedagang bernama Khoirul Azis (40), pedagang di pasar dadakan tersebut merupakan warga sekitar sendiri.

"Mereka berjualan makanan sesuai jenis yang bisa mereka bikin, ada pula yang membuat berbagai macam makanan kemudian menjualnya dengan cara dititipkan," jelas Azis pada Jumat (18/5/2018) sore.

Aneka kudapan tersedia begitu pedagang mulai membuka lapaknya pada pukul 15.30. Makanan khas wilayah tersebut seperti jemunak, lupis, ketan, puli kecer, kolak, aneka es hingga lauk pauk sebagai pelayan nasi juga tersedia.

Penasehat Anak Muda Kauman Suruh (Amukas), Farid Salma (53) menambahkan, meski pasar ini hanya dibuka tatkala bulan Ramadan namun namanya sudah dikenal di seantero kecamatan.

"Bahkan ada yang sengaja datang dari Salatiga, karena memang di sini pelopor pasar yang khusus menyediakan menu santapan untuk buka," jelasnya.

Sementara bagi masyarakat sekitar, keberadaan pasar tersebut tidak hanya berguna sebagai tempat untuk mencari takjil dan lauk. Tidak jarang pengunjung datang beramai-ramai dengan keluarganya untuk sekedar melihat-lihat suasana di sana.

"Saya dari Krandon dan jalan pulang melewati daerah ini sehingga saya sempatkan mampir membeli pepes pindang, sayur adas, dan jajanan lopis ketan. Tahun lalu pun sama, menyempatkan untuk beli makanan di sini karena memang murah," ungkap pekerja di kantor LSM ini. (*)

Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help