Warung Sedekah, Tempat Buka Puasa Gratis di Kudus

Warung sederhana ini hanya terbuat dari tenda berukuran 2 x 2 meter. Di bagian penutup tenda, terdapat tulisan Buka Puasa Gratis

Warung Sedekah, Tempat Buka Puasa Gratis di Kudus
rifqi gozali
Seorang warga sedang mengambil makanan yang disediakan Warung Sedekah, Jumat (18/5/2018). Warung ini menyediakan makanan secara gratis untuk fakir, miskin, dan duafa. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Rifqi Gozali

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – Di Kudus terdapat warung yang menggratiskan bagi pelanggannya. Namanya Warung Sedekah. Warung ini terletak di Jalan Ahmad Yani, atau kalau dari Alun-alun hanya berjarak sekitar 10 meter ke arah Semarang.

Warung sederhana ini hanya terbuat dari tenda berukuran 2 x 2 meter. Di bagian penutup tenda, terdapat tulisan Buka Puasa Gratis Untuk Fakir Miskin Duafa.

Biasa buka pada pukul 16.30 WIB, warung ini selalu diserbu oleh pelanggannya. Apalagi mendekati waktu magrib, tenda sederhana itu dipastikan penuh oleh pemotor, tukang becak, pengemis, dan kaum duafa lainnya. Mereka yang datang ada yang sengaja meminta nasi bungkus dan air mineral untuk dibawa pulang. Ada pula yang hendak memakannya di warung. Untuk yang ini, akan dibagikan saat azan magrib mulai berkumandang.

“Warung ini tutupnya kalau makanan dan minuman yang disediakan sudah ludes. Paling setelah magrib semua makanan sudah habis,” kata pengelola Warung Sedekah Bosnia saat ditemui, Jumat (18/5/2018).

Lelaki berusia 52 tahun itu mengatakan, warung yang menggratiskan bagi setiap pelanggannya itu ada sejak 2016. Saat bulan Ramadan, warung ini buka sebulan penuh dan dipastikan gratis bagi mereka yang datang. Sedangkan selain bulan Ramadan, warung ini tetap buka dan gratis. Namun tidak setiap hari, hanya dua minggu sekali saat Kamis sore.

Apa yang dilakukan oleh lelaki tersebut hanya sekadar berbagi kepada sesama. Lantas, apa dia tidak rugi setiap hari harus menyediakan sedikitnya 200 porsi makanan yang digratiskan. Rupanya, operasional warung tersebut disokong oleh satu dermawan tetap yang mendermakan hartanya. Tidak jarang para pejalan kaki atau pemotor banyak yang berhenti untuk memberi sumbangan sedekah di warung itu.

“Jadi ada seorang donatur tetap satu. Mereka yang lewat juga banyak yang titip sedekah,” kata dia.

Bosnia tidak sendiri saat menjaga warungnya. Dia ditemani oleh istrinya dan adik iparnya.

Karno, seorang pria yang setiap hari bekerja sebagai pemungut sampah sering mampir ke warung ini. Pasalnya, selain gratis, warung ini memanjakan pelanggannya dengan memberikan men yng berganti-ganti.

"Kadang tahu, kadang telur, kadang oseng-oseng kacang," kata Karno. (*)

Penulis: Rifqi Gozali
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help